ISIS: Warga AS Jadi Pelaku Bom Bunuh Diri di Irak
Kamis, 20 Agustus 2015 - 15:24 WIB
ISIS: Warga AS Jadi Pelaku Bom Bunuh Diri di Irak
A
A
A
BAGHDAD - Kelompok ekstrimis ISIS menyatakan bahwa warga negara Amerika Serikat (AS) adalah salah satu dari empat pelaku bom bunuh diri yang menyerang pasukan keamanan Irak di daerah Baiji, utara Baghdad.
"Abu Abdullah al-Amriki telah meledakkan dirinya di dekat kota," bunyi pernyataan yang dikeluarkan oleh ISIS seperti dilansir dari AFP, Kamis (20/8/2015). ISIS sendiri telah berjuang selama berbulan-bulan untuk menaklukan kota Baiji.
Tiga penyerang lainnya, dua warga Tajik dan satu warga Irak, meledakkan peledak lainnya dengan menggunkan kendaraan di wilayah lain Baiji, klaim ISIS tanpa menyebutkan secara spesifik wilayah yang dimaksud.
ISIS diketahui telah merekrut ratusan warga asing untuk menjadi anggotanya, termasuk warga Eropa dan AS. Kelompok ini mengklaim, bomberman asal AS sebelumnya juga telah beraksi saat pasukan Irak berjuang untuk merebut kembali kota Tikrit pada awal tahun ini.
ISIS melancarkan serangan besar-besaran pada Juni 2014, dan berhasil menguasai sepertiga dari wilayah Irak. Mereka berhasil memaksa pasukan keamanan untuk pergi ke wilayah pinggran Irak. Namun, pasukan Irak kini berhasil mengambil sejumlah wilayah di utara ibukota. Meski begitu, mereka masih belum bisa mengontrol wilayah barat Irak.
"Abu Abdullah al-Amriki telah meledakkan dirinya di dekat kota," bunyi pernyataan yang dikeluarkan oleh ISIS seperti dilansir dari AFP, Kamis (20/8/2015). ISIS sendiri telah berjuang selama berbulan-bulan untuk menaklukan kota Baiji.
Tiga penyerang lainnya, dua warga Tajik dan satu warga Irak, meledakkan peledak lainnya dengan menggunkan kendaraan di wilayah lain Baiji, klaim ISIS tanpa menyebutkan secara spesifik wilayah yang dimaksud.
ISIS diketahui telah merekrut ratusan warga asing untuk menjadi anggotanya, termasuk warga Eropa dan AS. Kelompok ini mengklaim, bomberman asal AS sebelumnya juga telah beraksi saat pasukan Irak berjuang untuk merebut kembali kota Tikrit pada awal tahun ini.
ISIS melancarkan serangan besar-besaran pada Juni 2014, dan berhasil menguasai sepertiga dari wilayah Irak. Mereka berhasil memaksa pasukan keamanan untuk pergi ke wilayah pinggran Irak. Namun, pasukan Irak kini berhasil mengambil sejumlah wilayah di utara ibukota. Meski begitu, mereka masih belum bisa mengontrol wilayah barat Irak.
(esn)