November, Indonesia-Australia Gelar Pertemuan Anti-Terorisme

Kamis, 20 Agustus 2015 - 14:56 WIB
November, Indonesia-Australia...
November, Indonesia-Australia Gelar Pertemuan Anti-Terorisme
A A A
JAKARTA - Pemerintah Australia dan Indonesia dilaporkan akan menggelar pertemuan mengenai pemberantasan terorisme. Pertemuan yang akan berlangsung November mendatang akan berfokus pada upaya memotong pendanaan terorisme.

"Pada November, unit-unit intelijen keuangan Australia dan Indonesia, AUSTRAC dan PPATK, akan menjadi penyelenggara bersama pertemuan puncak pemberantasan pendanaan terorisme yang perdana di kawasan kita di Sydney," kata Menteri Kehakiman/Menteri Pembantu Perdana Menteri dalam bidang Pemberantasan-Terorisme, Michael Keenan dalam pernyatan tertulis yang diterima Sindonews pada Kamis (20/8/2015).

"Pertemuan puncak ini akan meningkatkan upaya-upaya bersama untuk menelusuri pembiayaan terorisme dan hasil kejahatan melalui sejumlah saluran keuangan untuk menghadapi ancaman terorisme dan memerangi kejahatan lintas-batas di bagian-bagian kritis kawasan kita," sambungnya.

Dirinya menuturkan, jika pendanaan terhadap terorisme berhenti, maka secara otomatis sel-sel terorisme, baik yang berada di Indonesia ataupun Australia akan mati dengan sendirinya.

"Para teroris dan penjahat tidak dapat beroperasi tanpa dana, dan AUSTRAC menjadi bagian tak terpisahkan dari keamanan nasional dan jaringan pemberantasan kejahatan Australia untuk menelusuri jejak uang dan memerangi sindikat kriminal."

"Lembaga ini menyediakan intelijen yang sangat penting untuk mendeteksi dan merusak pembiayaan terorisme dan pencucian uang di Australia dengan menganalisa intelijen keuangan dan melaporkannya ke penegak hukum federal dan negara bagian, keamanan nasional dan lembaga-lembaga pemerintah lainnya," imbuhnya.

Menurut Keenan, pertemuan puncak ini akan menghadirkan peluang untuk menghasilkan kegiatan-kegiatan kawasan untuk bekerja sama dan berbagi intelijen keuangan dan lainnya hingga ke tingkat yang tertinggi guna mengidentifikasi, memahami dan menghadapi ancaman-ancaman yang muncul dalam pendanaan terorisme, laskar teroris asing dan ekstrimisme kekerasan.

"Australia menyambut baik kerja sama yang belum pernah terjadi sebelumnya ini antara kedua negara kita karena menelusuri jejak uang merupakan unsur pokok pemberantasan terorisme, dan kejahatan terorganisir dan kerja sama internasional adalah sangat penting dalam mendeteksi dan mengacaukan operasi-operasi gelap. CEO AUSTRAC, Paul Jevtovic APM dan Ketua PPATK, Dr Muhammad Yusuf akan bersama-sama memimpin pertemuan puncak ini," pungkasnya.
(esn)
Berita Terkait
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
KJRI Melbourne Benarkan...
KJRI Melbourne Benarkan Ada WNI yang Ditangkap Karena Ngutil Tas Mewah
Kerjasama dengan UNICEF,...
Kerjasama dengan UNICEF, Australia Bantu Penanganan Covid-19 Indonesia
Wasit Yordania Adham...
Wasit Yordania Adham Makhadmeh Pimpin Laga Timnas Indonesia vs Australia
Peringkat Timnas Indonesia...
Peringkat Timnas Indonesia Terpaut Jauh dari Australia, Shin Tae-yong: Kami Tidak Gentar
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
1 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
2 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
4 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
5 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
6 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
7 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved