Sengketa Laut China Setalan, China Kritik Balik AS

Senin, 10 Agustus 2015 - 17:58 WIB
Sengketa Laut China...
Sengketa Laut China Setalan, China Kritik Balik AS
A A A
BEIJING - Pemerintah China pada Senin (10/8/2015) mengkritik balik Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya tidak terima dengan pambatasan navigasi di kawasan sengketa tersebut yang diberlakukan Beijing.

Dalam kritik baliknya, China menegaskan bahwa kebebasan bernavigasi bukan berarti kapal-kapal perang dan pesawat jet tempura sing bebas melanggar kedaulatan negara lain.

Kawasan Laut China Selatan sebagian besar diklaim oleh China. Namun, Filipina, Vietnam, Malaysia, Taiwan dan Brunei juga sama-sama mengklaim kawasan yang kaya gas dan sumber uang dari lalu lintas kapal dunia itu.

Kritik balik yang disampaikan Kementerian Luar Negeri China itu sebagai respons atas kritik Menteri Luar Negeri AS, John Kery, yang menuduh Beijing membatasi gerak navigasi negara lain di Laut China Selatan. AS meyakini, kawasan maritim itu masih merupakan kawasan internasional.

Dalam forum ASEAN di Kuala Lumpur pekan lalu, John Kerry juga menyoroti reklamasi di Laut China Selatan yang digunakan untuk tujuan militer. Tindakan itu dianggap memicu ketegangan.

AS dan China pernah terlibat ketegangan di Laut China Selatan setelah Angkatan Laut China mengusir pesawat mata-mata tercanggih AS, Poseidon P-8 pada bulan Mei 2015. China kala itu menuding pesawat mata-mata AS melakukan tindakan berbahaya, yakni memata-matai kegiatan reklamasi dan aktivitas Angkatan Laut China.

“Kegiatan reklamasi yang sedang berlangsung di Kepulauan Spratly, yang mencakup fasilitas sipil untuk kepentingan publik, termasuk pembangunan rumah sakit, lembaga penelitian kelautan, mercusuar dan fasilitas untuk misi pencarian dan penyelamatan,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri China, seperti dikutip Reuters.
(mas)
Berita Terkait
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
Dekati Kepulauan Paracel,...
Dekati Kepulauan Paracel, China Kirim Peringatan ke Kapal Berpeluru Kendali AS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
AS Sangkal Kapal Perangnya...
AS Sangkal Kapal Perangnya Diusir China di Laut China Selatan
AS: Undang-undang Maritim...
AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional
Pesawat Bomber AS dan...
Pesawat Bomber AS dan Kapal Induk China 'Pemanasan' di Laut China Selatan
Berita Terkini
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jermah Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
2 jam yang lalu
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
2 jam yang lalu
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
3 jam yang lalu
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
4 jam yang lalu
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
4 jam yang lalu
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
5 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved