Pemimpin Kurdi Tuduh Turki Lindungi ISIS
Senin, 10 Agustus 2015 - 13:32 WIB
Pemimpin Kurdi Tuduh Turki Lindungi ISIS
A
A
A
ANKARA - Salah satu pemimpin Kurdi, Cemil Bayik, menuduh Pemerintah Turki melundungi ISIS. Kelompok Kurdi heran setelah diserang Turki padahal mereka mati-matian berjuang melawan ISIS.
Cemil Bayik merupakan salah satu pejabat tinggi Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Dalam wawancaranya dengan BBC, Bayik mengatakan bahwa serangan Turki terhadap PKK telah menguntungkan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Menurutnya, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menginginkan ISIS agar berhasil mencegah kemajuan kelompok Kurdi. Turki mengklaim telah melakukan serangan udara secara simultan terhadap posisi ISIS di Suriah sejak 24 Juli 2015. Tapi, pada waktu yang sama, Turki ternyata menyerang pasukan Kurdi di Irak.
Serangan Turki itu diklaim sebagai respons atas serangan bom bunuh diri di Suruc, Turki selatan yang menewaskan 32 orang beberapa waktu yang lalu. Milisi PKK telah memerangi pasukan ISIS di Irak utara, tapi Turki menganggap mereka sebagai kelompok teroris dan menyalahkan mereka atas sejumlah serangan di Turki.
PKK menghendaki negosiasi sebagai satu-satunya opsi untuk mengakhiri konflik Kurdi dan Turki. ”Klaim Turki adalah mereka memerangi ISIS, tetapi sebenarnya mereka memerangi PKK,” kata Bayik, Senin (10/8/2015).
”Mereka melakukannya untuk membatasi perlawanan PKK terhadap ISIS. Turki melindungi ISIS,” lanjut Bayik. ”Erdogan berada di belakang pembantaian ISIS.”
Konflik PKK dan Turki sejatinya sudah pecah sejak tahun 1984. PKK melakukan perlawanan terhadap Turki karena untuk menginginkan wilayah otonomi yang lebih besar bagi masyarakat Kurdi yang tinggal di perbatasan.
Cemil Bayik merupakan salah satu pejabat tinggi Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Dalam wawancaranya dengan BBC, Bayik mengatakan bahwa serangan Turki terhadap PKK telah menguntungkan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Menurutnya, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menginginkan ISIS agar berhasil mencegah kemajuan kelompok Kurdi. Turki mengklaim telah melakukan serangan udara secara simultan terhadap posisi ISIS di Suriah sejak 24 Juli 2015. Tapi, pada waktu yang sama, Turki ternyata menyerang pasukan Kurdi di Irak.
Serangan Turki itu diklaim sebagai respons atas serangan bom bunuh diri di Suruc, Turki selatan yang menewaskan 32 orang beberapa waktu yang lalu. Milisi PKK telah memerangi pasukan ISIS di Irak utara, tapi Turki menganggap mereka sebagai kelompok teroris dan menyalahkan mereka atas sejumlah serangan di Turki.
PKK menghendaki negosiasi sebagai satu-satunya opsi untuk mengakhiri konflik Kurdi dan Turki. ”Klaim Turki adalah mereka memerangi ISIS, tetapi sebenarnya mereka memerangi PKK,” kata Bayik, Senin (10/8/2015).
”Mereka melakukannya untuk membatasi perlawanan PKK terhadap ISIS. Turki melindungi ISIS,” lanjut Bayik. ”Erdogan berada di belakang pembantaian ISIS.”
Konflik PKK dan Turki sejatinya sudah pecah sejak tahun 1984. PKK melakukan perlawanan terhadap Turki karena untuk menginginkan wilayah otonomi yang lebih besar bagi masyarakat Kurdi yang tinggal di perbatasan.
(mas)