Rusia dan Saudi Teken Kesepakatan Nuklir
Jum'at, 19 Juni 2015 - 10:59 WIB
Rusia dan Saudi Teken Kesepakatan Nuklir
A
A
A
ST PETERSBURG - Rusia dan Arab Saudi telah menandatangani enam perjanjian dengan Rusia, termasuk kesepakatan penggunaan teknologi nuklir untuk tujuan damai.
Laporan itu muncul setelah Deputi Putra Mahkota Saudi, Mohammad bin Salman bin Abdul Aziz bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Istana Konstantin, St. Petersburg, Kamis kemarin.
Badan Nuklir Rusia, Rosatom juga membenarkan bahwa kedua negara itu menyepakati kerjasama program nuklir damai. Menurut Rosatom, dokumen perjanjian kerjasama nuklir itu adalah yang pertama dan jadi sejarah dalam hubungan Rusia dan Arab Saudi.
Dengan kesepakatan itu, Rusia dan Arab Saudi ke depan bisa menjalankan proyek nuklir bersama, termasuk pembangunan reaktor nuklir yang bisa diginakan untuk pembangkit listrik dan kepentingan sipil lainnya.
Arab Saudi sampai saat ini tidak memiliki pembangkit listrik tenaga nuklir, namun memiliki rencana besar untuk mengembangkan energi nuklir.
Menteri Energi Rusia, Aleksandr Novak, seperti dikutip Reuters, Jumat (19/6/2015) mengatakan, kedua pihak sepakat membentuk kelompok kerja untuk mengembangkan proyek-proyek energi secara bersama-sama.
”Rekan-rekan kami dari Arab Saudi telah membawa banyak proyek ke meja (perjanjian). Proyek-proyek ini akan diperkenalkan kepada perusahaan kami, termasuk yang melibatkan konstruksi, upgrade kereta api dan pembangunan sistem kereta api bawah tanah,” kata Novak. Menurut Novak, Saudi sudah berencana membangun sistem kereta api di empat kota dalam waktu dekat.
Selama pertemuan dengan Presiden Putin, Deputi Putra Mahkota Saudi, Mohammad bin Salman, menyampaikan pesan ayahnya, Raja Salman bin Abdul Aziz, bahwa Putin diundang ke Saudi.
”Saya mendapat kehormatan untuk menyampaikan undangan (pada Presiden Putin) untuk mengunjungi Kerajaan Arab Saudi. Kita menganggap Rusia sebagai salah satu negara penting di dunia kontemporer, dan hubungan kami memiliki akar di masa lalu,” kata Pangeran Mohammad.
Laporan itu muncul setelah Deputi Putra Mahkota Saudi, Mohammad bin Salman bin Abdul Aziz bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Istana Konstantin, St. Petersburg, Kamis kemarin.
Badan Nuklir Rusia, Rosatom juga membenarkan bahwa kedua negara itu menyepakati kerjasama program nuklir damai. Menurut Rosatom, dokumen perjanjian kerjasama nuklir itu adalah yang pertama dan jadi sejarah dalam hubungan Rusia dan Arab Saudi.
Dengan kesepakatan itu, Rusia dan Arab Saudi ke depan bisa menjalankan proyek nuklir bersama, termasuk pembangunan reaktor nuklir yang bisa diginakan untuk pembangkit listrik dan kepentingan sipil lainnya.
Arab Saudi sampai saat ini tidak memiliki pembangkit listrik tenaga nuklir, namun memiliki rencana besar untuk mengembangkan energi nuklir.
Menteri Energi Rusia, Aleksandr Novak, seperti dikutip Reuters, Jumat (19/6/2015) mengatakan, kedua pihak sepakat membentuk kelompok kerja untuk mengembangkan proyek-proyek energi secara bersama-sama.
”Rekan-rekan kami dari Arab Saudi telah membawa banyak proyek ke meja (perjanjian). Proyek-proyek ini akan diperkenalkan kepada perusahaan kami, termasuk yang melibatkan konstruksi, upgrade kereta api dan pembangunan sistem kereta api bawah tanah,” kata Novak. Menurut Novak, Saudi sudah berencana membangun sistem kereta api di empat kota dalam waktu dekat.
Selama pertemuan dengan Presiden Putin, Deputi Putra Mahkota Saudi, Mohammad bin Salman, menyampaikan pesan ayahnya, Raja Salman bin Abdul Aziz, bahwa Putin diundang ke Saudi.
”Saya mendapat kehormatan untuk menyampaikan undangan (pada Presiden Putin) untuk mengunjungi Kerajaan Arab Saudi. Kita menganggap Rusia sebagai salah satu negara penting di dunia kontemporer, dan hubungan kami memiliki akar di masa lalu,” kata Pangeran Mohammad.
(mas)