Malaysia Sudah Tujuh Kali Terobos Wilayah Indonesia
Kamis, 18 Juni 2015 - 14:53 WIB
Malaysia Sudah Tujuh Kali Terobos Wilayah Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Kapal dan pesawat Malaysia tercatat sudah tujuh kali menerobos wilayah Indonesia sejak awal tahun ini. Pemerintah Indonesia pun sudah memprotes tujuh kali.
Hanya saja, protes itu bukan dalam bentuk nota protes resmi. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia menyatakan, penyebab pelanggaran batas wilayah itu karena batas wilayah Indonesia dan Malaysia masih abu-abu. (Baca: Langgar Wilayah Indonesia, Malaysia Main Kucing-kucingan )
Juru bicara Kemlu Indonesia, Arrmanatha Nassir, mengakui pihaknya belum menyampaikan nota protes secara resmi kepada Malaysia, karena masih menunggu kelengkapan data.
“Untuk protes secara resmi, butuh identifikasi pesawat, koordinat dan waktu. Begitu kita terima itu dari TNI atau Menkopolhukam, kita akan langsung mengirimkan nota protes diplomatik tersebut,” kata Arrmanatha, pada Kamis (18/6/2015).
“Ini ada permasalahan, kita belum selesai merundingkan batas maritim kita dengan Malaysia. Di satu pihak kita memiliki posisi ini di batas wilayah kita, sedangkan di sisi Malaysia juga memiliki posisi ini di batas maritim mereka,” imbuh dia.
Indoensia sendiri, seperti diberitakan sebelumnya telah mengirimkan perwakilan khusus ke Malaysia untuk melakukan percepatan pembahasan batas maritim tersebut. Indonesia dan Malaysia berusaha menyelesaikan pembahasan batas maritim di lima titik, yakni di Laut Sulawesi, Laut China Selatan, Selat Singapura bagian Timur, Selat Malaka bagian Selatan dan Selat Malaka.
Hanya saja, protes itu bukan dalam bentuk nota protes resmi. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia menyatakan, penyebab pelanggaran batas wilayah itu karena batas wilayah Indonesia dan Malaysia masih abu-abu. (Baca: Langgar Wilayah Indonesia, Malaysia Main Kucing-kucingan )
Juru bicara Kemlu Indonesia, Arrmanatha Nassir, mengakui pihaknya belum menyampaikan nota protes secara resmi kepada Malaysia, karena masih menunggu kelengkapan data.
“Untuk protes secara resmi, butuh identifikasi pesawat, koordinat dan waktu. Begitu kita terima itu dari TNI atau Menkopolhukam, kita akan langsung mengirimkan nota protes diplomatik tersebut,” kata Arrmanatha, pada Kamis (18/6/2015).
“Ini ada permasalahan, kita belum selesai merundingkan batas maritim kita dengan Malaysia. Di satu pihak kita memiliki posisi ini di batas wilayah kita, sedangkan di sisi Malaysia juga memiliki posisi ini di batas maritim mereka,” imbuh dia.
Indoensia sendiri, seperti diberitakan sebelumnya telah mengirimkan perwakilan khusus ke Malaysia untuk melakukan percepatan pembahasan batas maritim tersebut. Indonesia dan Malaysia berusaha menyelesaikan pembahasan batas maritim di lima titik, yakni di Laut Sulawesi, Laut China Selatan, Selat Singapura bagian Timur, Selat Malaka bagian Selatan dan Selat Malaka.
(mas)