Australia Tugaskan Kembali Dubesnya, Ini Reaksi RI
Kamis, 11 Juni 2015 - 13:35 WIB
Australia Tugaskan Kembali Dubesnya, Ini Reaksi RI
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia merepons positif Australia yang menugaskan kembali Duta Besar (Dubes)-nya untuk Indonesia, Paul Grigson di Jakarta. Grigson sempat dipanggil pulang sebagai protes Australia atas eksekusi dua gembong narkoba Bali Nine.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia menilai langkah Australia itu sebagai hal yang wajar. "Memang suatu tugas Duta Besar yang diakreditas di suatu negara harus berada di negara tersebut. Tentunya kita mencatat bahwa Dubes Australia sudah kembali di Indonesia,” kata juru bicara Kemlu, Arrmanatha Nassir, pada Kamis (11/6/2015).
Kemlu berharap Grigson bisa bekerja dengan baik dan kembali membangun hubungan antara Indonesia dan Australia yang sempat tegang. "Kita mengharapkan yang bersangkutan bisa menjalankan tugasnya, yakni membangun hubungan Indonesia dan Australia," ujar Arrmanath.
Kepastian ditugaskanya kembali Dubes Grigson ke Jakarta disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop. "Paul Grigson kembali ke Jakarta pada Senin, 8 Juni 2015,” kata Bishop dalam sebuah pernyataan awal pekan lalu.
Menurut Bishop, penugasan kembali Grigson merupakan iktikad baik Australia untuk kembali memperbaiki hubungan baik dengan Indonesia. Grigson sendiri merupakan Dubes Australia untuk Indonesia pertama yang ditarik oleh Pemerintah Australia.
Menurut Bishop, penarikan Grigson kala itu adalah tindakan luar biasa, yang sangat jarang dilakukan oleh Australia.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia menilai langkah Australia itu sebagai hal yang wajar. "Memang suatu tugas Duta Besar yang diakreditas di suatu negara harus berada di negara tersebut. Tentunya kita mencatat bahwa Dubes Australia sudah kembali di Indonesia,” kata juru bicara Kemlu, Arrmanatha Nassir, pada Kamis (11/6/2015).
Kemlu berharap Grigson bisa bekerja dengan baik dan kembali membangun hubungan antara Indonesia dan Australia yang sempat tegang. "Kita mengharapkan yang bersangkutan bisa menjalankan tugasnya, yakni membangun hubungan Indonesia dan Australia," ujar Arrmanath.
Kepastian ditugaskanya kembali Dubes Grigson ke Jakarta disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop. "Paul Grigson kembali ke Jakarta pada Senin, 8 Juni 2015,” kata Bishop dalam sebuah pernyataan awal pekan lalu.
Menurut Bishop, penugasan kembali Grigson merupakan iktikad baik Australia untuk kembali memperbaiki hubungan baik dengan Indonesia. Grigson sendiri merupakan Dubes Australia untuk Indonesia pertama yang ditarik oleh Pemerintah Australia.
Menurut Bishop, penarikan Grigson kala itu adalah tindakan luar biasa, yang sangat jarang dilakukan oleh Australia.
(mas)