China Kerahkan Dua Kendaraan Artileri di Laut China Selatan

Sabtu, 30 Mei 2015 - 10:03 WIB
China Kerahkan Dua Kendaraan...
China Kerahkan Dua Kendaraan Artileri di Laut China Selatan
A A A
SINGAPURA - China sudah mengerahkan dua kendaraan artileri ke sebuah pulau buatan di Laut China Selatan. Demikian laporan New York Times yang bersumber dari para pejabat Amerika Serikat (AS).

Laporan ini muncul setelah Menteri Pertahanan AS, Ashton B. Carter, mendesak Beijing untuk menghentikan reklamasi di Laut China Selatan. Menurut Kepala Pentagon itu, klaim China seluas 90 persen atas Laut China Selatan tidak diakui hukum internasional.

Carter menegaskan, AS akan terus patroli dengan kapal perang dan pesawat militer di Laut China Selatan, karena wilayah itu merupakan wilayah internasional. Penegasan Carter itu disampaikan dalam pidato pada hari Sabtu (30/5/2015) pagi di Hotel Shangri-La Dialogue, Singapura, di sebuah konferensi keamanan tahunan.

”AS sangat prihatin tentang kecepatan dan lingkup reklamasi daratan di Laut China Selatan, prospek militerisasi lebih lanjut, serta potensi untuk kegiatan ini telah meningkatkan risiko atau konflik antara negara-negara penuntut (pengklaim Laut China Selatan),” ujar Carter.

Kata Carter, China bukan satu-satunya negara yang mengklaim Laut China Selatan dan mengembangkan pos-pos di kawasan sengeketa itu selama bertahun-tahun. Setidaknya, Vietnam dan Filipina juga sudah melakukannya. ”Namun, satu negara telah lebih jauh dan lebih cepat dari yang lain,” ujar Carter. "Dan itu China,” katanya lagi.

Dua kendaraan artileri yang dikerahkan China di kawasan sengketa tertangkap citra satelit dan pesawat mata-mata AS yang patroli beberapa waktu lalu. Menurut pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim, dua kendaraan artileri itu telah disembunyikan dengan baik oleh China.

Pihak Beijing belum berkomentar soal tuduhan terbaru dari AS ini. Namun, China yang mengklaim hampir 90 persen atas Laut China Selatan merasa berhak penuh atas wilayah yang mereka anggap sebagai kedaulatannya itu.
(mas)
Berita Terkait
Dekati Kepulauan Paracel,...
Dekati Kepulauan Paracel, China Kirim Peringatan ke Kapal Berpeluru Kendali AS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
AS Sangkal Kapal Perangnya...
AS Sangkal Kapal Perangnya Diusir China di Laut China Selatan
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
AS: Undang-undang Maritim...
AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional
Pentagon Prihatin China...
Pentagon Prihatin China Gelar Latihan Militer di LCS
Berita Terkini
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
32 menit yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
1 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
2 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
3 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
4 jam yang lalu
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
4 jam yang lalu
Infografis
Tegaskan Status Negara...
Tegaskan Status Negara Berdaulat, Taiwan Lawan China di PBB
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved