Jadi Antek Israel, 6 Warga Palestina Diberondong AK-47
Rabu, 27 Mei 2015 - 15:34 WIB
Jadi Antek Israel, 6 Warga Palestina Diberondong AK-47
A
A
A
GAZA - Kelompok Hamas mengeksekusi enam warga Palestina dengan cara diberondong senapan AK-47 di luar masjid. Enam warga itu dituduh menjadi antek Israel.
Eksekusi itu dilakukan di hadapan publik dan ikut disaksikan anak-anak. Hamas menyatakan, enam orang tersebut telah dijatuhi hukuman mati oleh “pengadilan revolusioner”.
Orang-orang yang dituduh berkhianat itu mengenakan kerudung. Mereka diseret di sepanjang lantai, dipaksa berlutut dan menghadap ke banyak orang. Satu per satu dari mereka ditembak kepalanya sebelum diberondong peluru senapan AK-47.
Eksekusi oleh Hamas terhadap enam warga Palestina yang dituduh jadi antek Israel itu dilaporkan kelompok Amnesty International, Rabu (27/5/2015). Direktur Amnesty International untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Philip Luther, mengatakan tuduhan berkhianat terhadap enam warga Palestina itu tidak sah.
“Tindakan seram ini, beberapa di antaranya termasuk kejahatan perang yang dirancang untuk membalas dendam dan menyebarkan ketakutan di seluruh Jalur Gaza,” kata Luther, seperti dikutip Daily Mail.
Laporan Amnesty juga menyebut bahwa Hamas menculik dan menyiksa puluhan warga Palestina atas tuduhan berkhianat. Puluhan warga itu dituduh membantu Israel ketika Hamas dan Israel beperang di Jalur Gaza selama 50 hari pada Juli hingga Agustus 2014 lalu.
Amnesty dalam laporan setebal 44 halaman, mengungkapkan serangkaian pelanggaran yang dilakukan kelompok militan di Gaza. Salah satu kasus yang dincontohkan Amnesty adalah penangkapan 23 warga Palestina oleh kelompok militan di Gaza.
Eksekusi itu dilakukan di hadapan publik dan ikut disaksikan anak-anak. Hamas menyatakan, enam orang tersebut telah dijatuhi hukuman mati oleh “pengadilan revolusioner”.
Orang-orang yang dituduh berkhianat itu mengenakan kerudung. Mereka diseret di sepanjang lantai, dipaksa berlutut dan menghadap ke banyak orang. Satu per satu dari mereka ditembak kepalanya sebelum diberondong peluru senapan AK-47.
Eksekusi oleh Hamas terhadap enam warga Palestina yang dituduh jadi antek Israel itu dilaporkan kelompok Amnesty International, Rabu (27/5/2015). Direktur Amnesty International untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Philip Luther, mengatakan tuduhan berkhianat terhadap enam warga Palestina itu tidak sah.
“Tindakan seram ini, beberapa di antaranya termasuk kejahatan perang yang dirancang untuk membalas dendam dan menyebarkan ketakutan di seluruh Jalur Gaza,” kata Luther, seperti dikutip Daily Mail.
Laporan Amnesty juga menyebut bahwa Hamas menculik dan menyiksa puluhan warga Palestina atas tuduhan berkhianat. Puluhan warga itu dituduh membantu Israel ketika Hamas dan Israel beperang di Jalur Gaza selama 50 hari pada Juli hingga Agustus 2014 lalu.
Amnesty dalam laporan setebal 44 halaman, mengungkapkan serangkaian pelanggaran yang dilakukan kelompok militan di Gaza. Salah satu kasus yang dincontohkan Amnesty adalah penangkapan 23 warga Palestina oleh kelompok militan di Gaza.
(mas)