Kremlin: AS Berburu Warga Rusia di Seluruh Dunia!
Sabtu, 23 Mei 2015 - 11:50 WIB
Kremlin: AS Berburu Warga Rusia di Seluruh Dunia!
A
A
A
MOSKOW - Pemerintah Rusia telah mendesak warganya untuk mempertimbangkan seluruh risiko sebelum bepergian ke luar negeri. Kremlin telah mengeluarkan peringatan bahwa Amerika Serikat (AS) sedang “berburu” warga Rusia di seluruh dunia.
Peringatan itu secara resmi diterbitkan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia. Warga Rusia di luar negeri— menurut peringatan itu—menghadapi ancaman yang sangat nyata. ”Ditahan atau ditangkap oleh penegak hukum dan layanan khusus AS, terutama ketika bepergian ke negara-negara yang memiliki perjanjian ekstradisi dengan Washington,” bunyi peringatan kementerian itu di situs resminya.
Kremlin telah memberikan contoh lebih dari selusin kasus terkait peringatan itu. ”Pihak berwenang Amerika terus melakukan praktik yang tidak dapat diterima, ‘berburu’ warga Rusia di seluruh dunia, mengabaikan norma-norma hukum internasional dan memutar lengan negara lain!,” lanjut bunyi peringatan itu.
Masih menurut kementerian itu, pasukan AS merasa berhak menculik warga Rusia di negara lain. Contoh, warga Rusia Romawi Seleznyov, yang diculik oleh agen intelijen AS di Maladewa, dan kemudian angkut paksa ke AS pada bulan Juli 2014. Dia masih ditahan dan menunggu sidang.
”Dengan percaya bahwa (penculikan) itu diperbolehkan untuk melakukan semua yang diinginkannya, Washington melangkah jauh untuk menculik warga negara kita,” imbuh peringatan Kementerian Luar Negeri Rusia, seperti dilansir Russia Today, Sabtu (23/5/2015).
Pemerintah AS belum menanggapi tudingan terbaru dari Rusia ini. Kedua negara ini terus bersitegang sejak krisis Ukraina pecah. AS telah membela Ukraina, sedangan Rusia dituduh membela separatis di Ukraina timur yang pro-Moskow.
Peringatan itu secara resmi diterbitkan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia. Warga Rusia di luar negeri— menurut peringatan itu—menghadapi ancaman yang sangat nyata. ”Ditahan atau ditangkap oleh penegak hukum dan layanan khusus AS, terutama ketika bepergian ke negara-negara yang memiliki perjanjian ekstradisi dengan Washington,” bunyi peringatan kementerian itu di situs resminya.
Kremlin telah memberikan contoh lebih dari selusin kasus terkait peringatan itu. ”Pihak berwenang Amerika terus melakukan praktik yang tidak dapat diterima, ‘berburu’ warga Rusia di seluruh dunia, mengabaikan norma-norma hukum internasional dan memutar lengan negara lain!,” lanjut bunyi peringatan itu.
Masih menurut kementerian itu, pasukan AS merasa berhak menculik warga Rusia di negara lain. Contoh, warga Rusia Romawi Seleznyov, yang diculik oleh agen intelijen AS di Maladewa, dan kemudian angkut paksa ke AS pada bulan Juli 2014. Dia masih ditahan dan menunggu sidang.
”Dengan percaya bahwa (penculikan) itu diperbolehkan untuk melakukan semua yang diinginkannya, Washington melangkah jauh untuk menculik warga negara kita,” imbuh peringatan Kementerian Luar Negeri Rusia, seperti dilansir Russia Today, Sabtu (23/5/2015).
Pemerintah AS belum menanggapi tudingan terbaru dari Rusia ini. Kedua negara ini terus bersitegang sejak krisis Ukraina pecah. AS telah membela Ukraina, sedangan Rusia dituduh membela separatis di Ukraina timur yang pro-Moskow.
(mas)