Saudi Kerahkan 100 Jet Tempur dan 150 Ribu Tentara ke Yaman

Kamis, 26 Maret 2015 - 12:04 WIB
Saudi Kerahkan 100 Jet...
Saudi Kerahkan 100 Jet Tempur dan 150 Ribu Tentara ke Yaman
A A A
RIYADH - Arab Saudi telah mengerahkan sekitar 100 pesawat jet tempur dan 150 ribu tentara ke Yaman untuk perang melawan milisi Houthi. Pengerahan banyak pesawat jet tempur itu dilaporkan media Timur Tengah, Al Arabiya, Kamis (26/3/2015).

Selain Saudi berbagai negara Teluk serta Mesir ikut ambil bagian dalam agresi militer di Yaman. Laporan itu juga menyebut, bahwa sejumlah pemimpin kelompok Houthi sudah tewas dalam agresi militer. (Baca: Perang Dimulai, Saudi dan 9 Negara Teluk Bombardir Yaman)

Mereka yang disebut telah tewas antara lain, para pemimpin Houthi; Abdulkhaliq al-Houthi, Yousuf al-Madani, Yousuf al-Fishi. Sedangkan Ketua Komite Revolusioner untuk Houthi, Mohammed Ali al-Houthi, terluka.

Dari sejumlah negara Teluk yang mengeroyok kelompok Houthi di Yaman, hanya Oman yang tidak terlibat. Kelompok Houthi yang jadi musuh Presiden Yaman, Mansour Hadi adalah sekutu utama Iran. Pihak Teheran sendiri sampai saat ini belum bereaksi meski negara-negara Teluk mengeroyok sekutunya.

Dalam pernyataan bersama, negara-negara Teluk itu secara resmi mengkonfirmasi agresi militer mereka ke Sanaa, Yaman.”Memutuskan untuk mengusir milisi Houthi, al-Qaeda dan ISIS (Islamic of State Iraq and Syria) di negara ini,” bunyi pernyataan mereka. (Baca: Agresi Militer Saudi Buat Perang di Yaman Melebar)

Selain Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) berkontribusi dengan mengerahkan 30 pesawat jet tempur, Bahrain mengirim 15 pesawat tempur, Kuwait 15 pesawat tempur, Qatar 10 pesawat tempur dan Yordania mengirim enam pesawat tempur.

Pada hari ini, Mesir, Pakistan, Yordania dan Sudan juga menyatakan kesiapan mereka untuk berpartisipasi dalam operasi militer di Yaman. Kelompok oposisi Suriah yang didukung Barat ikut mendukung agresi militer Saudi di Yaman. (Baca juga: Perang Yaman dan Perseteruan Sengit Iran-Saudi)

Sementara itu, Gedung Putih menyatakan, bahwa Washington berkoordinasi erat dengan Arab Saudi dan sekutu regional dalam agresi militer itu. AS yang tidak ikut dalam agresi tetap memasok data intelijen dan dukungan logistik.
(mas)
Berita Terkait
Hanya Jadi Boneka, PM...
Hanya Jadi Boneka, PM Yaman Ahmed bin Mubarak Pilih Mundur
Setelah Assad Tumbang,...
Setelah Assad Tumbang, Mungkinkah Rakyat Yaman Jatuhkan Houthi dengan Dukungan Israel dan AS?
Israel Sebut Musuh Terberatnya...
Israel Sebut Musuh Terberatnya Sekarang Adalah Houthi
Arab Saudi Ancam STC...
Arab Saudi Ancam STC yang Ingin Menguasai Hadramaut
Saudi Bertarung dengan...
Saudi Bertarung dengan UEA di Yaman, Berikut 6 Faktanya
Yaman Terpecah Belah,...
Yaman Terpecah Belah, Akankah Intervensi Arab Saudi dan UEA Sukses?
Berita Terkini
Trump Ancam Serang Gunung...
Trump Ancam Serang Gunung Pickaxe dan Lokasi Lain jika Tak Ada Kesepakatan dengan Iran
2 jam yang lalu
350 Pegawai Pemerintah...
350 Pegawai Pemerintah Iran Tewas akibat Serangan AS dan Israel
5 jam yang lalu
Israel Akui Pesawat...
Israel Akui Pesawat Pembom AS Gunakan Pangkalan Udaranya untuk Serang Iran
6 jam yang lalu
600 Eks Pejabat Israel...
600 Eks Pejabat Israel Desak Trump Tekan Netanyahu
7 jam yang lalu
Ukraina Ledakkan Kapal...
Ukraina Ledakkan Kapal Dagang Iran di Laut Kaspia, Rusia Peringatkan Ancaman Kyiv
7 jam yang lalu
Delegasi Hamas ke Mesir...
Delegasi Hamas ke Mesir untuk Pembicaraan Fase Selanjutnya Gencatan Senjata Gaza
8 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved