Dokumen ISIS Ungkap Mayoritas Anggotanya Tak Memahami Islam

Rabu, 17 Agustus 2016 - 12:38 WIB
Dokumen ISIS Ungkap...
Dokumen ISIS Ungkap Mayoritas Anggotanya Tak Memahami Islam
A A A
NEW YORK - Mayoritas anggota ISIS tidak mengenal atau hanya memiliki pengetahuan yang sangat minim mengenai Islam. Hal itu terungkap dalam sebuah dokumen yang ditemukan pemberontak Suriah di salah satu bekas basis ISIS, yang diberikan kepada Asociated Press (AP).

Dalam dokumen tersebut, seperti dilansir Bussines Insider pada Rabu (17/8), disebutkan bahwa 70 persen dari seluruh anggota ISIS hanya memiliki pengetahuan dasar mengenai Islam, hukum syariah dan juga al-Quran. Hanya lima persen anggota ISIS yang dinilai memiliki pemahaman yang cukup mendalam mengenai Islam.

Dokumen dan wawancara dengan AP menunjukkan bahwa beberapa pemuda dari Prancis terpikat oleh perekrut bernama Mourad Price, yang kerap minum-minum di bar bersama dengan orang-orang yang akan dia rekrut. Sedangkan di Inggris, seorang pemuda diketahui membeli buku mengenai dasar-dasar Islam sesaat sebelum dia bertolak ke Suriah, untuk bergabung dengan ISIS.

Menurut dokumen itu, kurangnya pengetahuan mengenai Islam tidak dianggap negatif oleh perekrut ISIS. Justru sebaliknya, pemuda yang tidak terlalu mengerti bisa dibentuk menjadi pejuang kejam, dan terpikat dengan praktik yang termasuk memberi mereka budak seks dan mengatakan kepada mereka bahwa memperkosa budak itu dibenarkan dalam Islam.

Salah satu anggota ISIS yang namanya ditemukan di antara dokumen di Suriah adalah Karim Mohammad-Aggad, yang pergi ke Suriah setelah tertarik dengan bujukan Mourad Price. Karim mengataka Price secara halus membujuk dia dan temannya untuk bergabung dengan ISIS.

Karim yang terpikat rayuan Price pergi ke Suriah pada 2013 dan ditangkap sekembalinya ke Prancis. Saudaranya Foued adalah salah satu tersangka pembantaian di Bataclan di Paris pada November tahun lalu.

Dalam sebuah wawancara, Karim mengatakan keputusan dia bergabung dengan ISIS bukan karena dia seorang Muslim. Keputusannya itu datang karena tawaran menggiurkan yang disampaikan Price kepada dirinya.

"Keyakinan agama saya tidak ada hubungannya dengan keberangkatan saya, Islam digunakan untuk menjebak saya," ucap pria yang divonis sembilan tahun penjara oleh pengadilan Prancis tersebut.
(esn)
Berita Terkait
Pasca Bom Bunuh Diri...
Pasca Bom Bunuh Diri ISIS-K, Pasukan Taliban Blokade Jalan di Kawasan Bandara Kabul
ISIS Serbu Penjara Kurdi...
ISIS Serbu Penjara Kurdi Suriah, 25 Tewas
ISIS Tingkatkan Pertempuran...
ISIS Tingkatkan Pertempuran di Sinai, Rumah Warga Jadi Jebakan Bom
Simpatisan ISIS Serang...
Simpatisan ISIS Serang Desa di Nigeria, 59 Tewas
Serbu Penjara di Afghanistan,...
Serbu Penjara di Afghanistan, Anggota ISIS Bebaskan Ratusan Tahanan
ISIS Klaim Serangan...
ISIS Klaim Serangan Mortir di Kabul
Berita Terkini
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
1 jam yang lalu
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
3 jam yang lalu
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
6 jam yang lalu
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
7 jam yang lalu
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
8 jam yang lalu
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
9 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved