Di Saat Situasi Tegang, AS Jual Bom Pintar ke Turki Rp9 Triliun

Rabu, 02 Maret 2016 - 11:13 WIB
Di Saat Situasi Tegang,...
Di Saat Situasi Tegang, AS Jual Bom Pintar ke Turki Rp9 Triliun
A A A
ANKARA - Pentagon Amerika Serikat (AS) mencapai kesepakatan dengan Ankara untuk menjual bom pintar dengan nilai kontrak sekitar USD683 juta atau sekitar Rp9 triliun. Kesepakatan penjualan bom itu terjadi di saat situasi Timur Tengah sedang tegang.

Pada Desember lalu, Pemerintah Turki mengerahkan 25 tank dan sekitar 1.560 tentara ke Irak utara yang diprotes Baghdad karena dianggap agresi. Turki kala itu berdalih, pengerahan banyak tentara itu untuk melatih milisi Irak dalam memerangi ISIS.

Turki juga sedang menjadi sorotan setelah mengancam untuk mengerahkan pasukannya di Suriah, negara yang selama lima tahun terakhir ini dilanda perang saudara.

Meskipun situasi sedang memanas, Washington tetap menyetujui kontrak penjualan bom pintar senilai sekitar USD683 juta. Tapi, jumlah bom pintar yang akan dipasok ke Ankara itu masih dirahasiakan.

Kesepakatan itu datang tepat waktu seperti di saat kita sedang terlibat dalam perang asimetris dan perlu bom pintar, kata seorang pejabat militer Turki yang dikutip Defense News, semalam, tanpa menyebut namanya.

Kontrak tersebut diberikan kepada Ellwood National Forge dengan General Dynamics Ordnance and Tactical Systems. Penjualan senjata itu termasuk di dalamnya mencakup “Bunker buster BLU-109” dari nomor tak dikenal.

Bom jenis itu mengandung sekitar 550 pon senyawa peledak tinggi yang dikenal sebagai tritonal. Bom itu akan meledak di saat mencapai sasaran yang dituju.
Ini adalah penjualan yang pertama ke Turki oleh kontraktor pertahanan AS. Transaksi penjualan senjata itu akan rampung pada 2020.

Sebelumnya, AS juga telah memainkan peran aktif dalam serangan Arab Saudi dan koalisi Teluk-nya di Yaman. Peran AS sebagai penyedia bom.

Profesor Marjorie Cohn dari Thomas Jefferson School of Law mengkritik jual beli senjata AS dan Saudi yang menciptakan kesengsaraan. Arab Saudi telah terlibat dalam kejahatan perang, dan Amerika Serikat juga membantu dan bersekongkol dengan menyediakan Saudi dengan bantuan militer,” tulis Marjorie Cohn untuk teleSUR.


Pada bulan November 2015, AS menjual senjata ke Arab Saudi senilai USD1,2 miliar. Ini termasuk lebih dari 10 ribu bom, amunisi, dan bagian senjata yang diproduksi oleh Raytheon dan Boeing, serta bunker buster,” lanjut Cohn.
(mas)
Berita Terkait
Turki Ingin AS Angkat...
Turki Ingin AS Angkat Kaki dari Irak dan Suriah
Sekutu AS Tuduh Turki...
Sekutu AS Tuduh Turki Beri Zona Aman untuk ISIS
Suriah Sebut Setiap...
Suriah Sebut Setiap Serangan Turki Sama dengan Kejahatan Perang
AS: Operasi Militer...
AS: Operasi Militer Turki ke Suriah Mengancam Stabilitas Regional
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
AS Prihatin Turki Terus...
AS Prihatin Turki Terus Gempur Basis Kurdi di Suriah
Berita Terkini
Lebih dari 39.000 Anak...
Lebih dari 39.000 Anak Yatim di Gaza akibat Genosida Israel
2 menit yang lalu
Lawan Trump, Kanada...
Lawan Trump, Kanada Sumpah akan Memimpin Dunia
1 jam yang lalu
Abu Ubaidah: Tawanan...
Abu Ubaidah: Tawanan dalam Bahaya jika Israel Menolak Negosiasi
1 jam yang lalu
10 Negara Sahabat Amerika...
10 Negara Sahabat Amerika Serikat, Mayoritas Anggota NATO
4 jam yang lalu
Siapa Abdullah Al Sabah?...
Siapa Abdullah Al Sabah? PM Kuwait yang Sempat Dituduh Masuk Kristen
5 jam yang lalu
4 Alasan Uni Eropa Masih...
4 Alasan Uni Eropa Masih Butuh NATO, Salah Satunya Rusia Jadi Ancaman
6 jam yang lalu
Infografis
AS Tolak Rencana Inggris...
AS Tolak Rencana Inggris untuk Kirim Pasukan ke Ukraina
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved