Tewas dalam Kecelakaan Helikopter, Siapakah Mendagri Ukraina Denys Monastyrsky?

Rabu, 18 Januari 2023 - 23:14 WIB
loading...
Tewas dalam Kecelakaan...
Menteri Dalam Negeri Ukraina Denys Monastyrsky tewas setelah helikopter yang ditumpanginya jatuh di dekat taman kanak-kanak di luar Ibu Kota Kiev pada Rabu (18/1/2023). Foto/CNBC
A A A
KIEV - Sebuah helikopter jatuh di dekat taman kanak-kanak di luar Ibu Kota Kiev , Ukraina pada Rabu (18/1/2023), menewaskan 16 orang di mana salah satu di antaranya adalah Menteri Dalam Negeri Ukraina Denys Monastyrsky.

Denys Monastyrsky, yang meninggal dalam usia 42 tahun, adalah pejabat Ukraina paling senior yang meninggal sejak perang dimulai hampir setahun lalu.

Namun, dia belum lama menjadi anggota pemerintah Ukraina.

Dia menjadi Menteri Dalam Negeri negara itu pada Juli 2021, atau hanya enam bulan sebelum Rusia menginvasi negara itu.

Lalu siapakah Denys Monastyrsky?

Dilansir dari BBC, Monastyrsky lahir di kota barat Khmelnytsky pada tahun 1980. Ia awalnya mengejar karir hukum dalam praktik swasta, tetapi memasuki dunia politik pada tahun 2014.

Direkrut sebagai ahli hukum, dia adalah bagian dari tim di balik upaya Volodymyr Zelensky yang sukses untuk menjadi presiden pada tahun 2019.

Baca: Helikopter Jatuh di Dekat Kiev, 16 Tewas Termasuk Mendagri Ukraina

Sebagai anggota partai Presiden Hamba Rakyat, ia terpilih menjadi anggota parlemen pada tahun yang sama dan dengan cepat mengambil peran penting sebagai ketua komite parlemen dalam urusan penegakan hukum.

Tetapi kepindahannya ke "bangku depan" politik terjadi setelah pengunduran diri yang tiba-tiba dan tak terduga dari Menteri Dalam Negeri Ukraina sebelumnya, Arsen Avakov, seorang tokoh politik kelas berat yang memegang jabatan itu di bawah empat pemerintahan berbeda.

Ada desas-desus bahwa Zelensky bersiap untuk memecat Avakov, yang dianggap menghalangi upaya presiden untuk memberantas korupsi.

Saat itu, penunjukan Monastyrsky ditafsirkan sebagai konsolidasi cengkeraman kekuasaan presiden Ukraina itu.

Sebagai Menteri Dalam Negeri, Monastyrsky bertanggung jawab atas polisi dan keamanan di dalam Ukraina.

Ketika Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada Februari 2022, dia menghadapi tantangan untuk menggalang dukungan internasional untuk perlawanan Kiev.

Dia memberikan wawancara kepada pers dunia yang memperingatkan tentang "bencana kemanusiaan" dan menyoroti tantangan yang dihadapi oleh layanan darurat Ukraina, yang juga berada di bawah kendali Kementerian Dalam Negeri yang dipimpinnya.

Baca: Menlu Ukraina Sebut Pernyataan Rusia Soal Negosiasi adalah Omong Kosong

Dia juga memainkan peran kunci dalam memperbarui informasi publik Ukraina tentang korban yang disebabkan oleh serangan rudal Rusia.

Temannya dan anggota parlemen Mariia Mezentseva mengatakan kematiannya dalam kecelakaan helikopter dekat Kiev adalah "tragedi bagi semua orang" karena kementerian Monastyrsky memainkan peran kunci dalam tanggapan Ukraina terhadap invasi tersebut.

"Dia menjawab 24/7 kepada kolega, teman, dan keluarganya. Dia sangat dekat dengan Presiden Zelensky sejak hari pertama kampanye kepresidenannya," katanya kepada BBC.

"Kami akan selalu mengingatnya sebagai orang yang sangat cerdas, murah senyum, ramah, patriotik, dan pegawai negeri Ukraina," tambahnya.

"Saya tidak punya kata-kata. Saya berusaha tetap tenang tapi ini sangat sulit, ini sangat sulit karena ini adalah tragedi bagi semua orang," ucapnya.

Juga tewas dalam kecelakaan helikopter yang sama adalah wakil Monastyrsky, Yevgeny Enin, mantan perwira intelijen dan pengacara top yang telah menjabat sejak September 2021.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba memuji orang-orang itu sebagai "patriot Ukraina sejati" dan mengatakan kematian mereka merupakan "kerugian besar bagi kita semua".

Baca: Ukraina Salahkan Rusia atas 2.000 Serangan Siber pada Tahun Lalu

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Tak Hanya Elon Musk,...
Tak Hanya Elon Musk, Kekayaan Pangeran Saudi Ikut Melonjak Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
UNJ Expo 2026 Dibuka,...
UNJ Expo 2026 Dibuka, Hadirkan Pameran Inovasi, Tes Kesehatan, hingga Kuliner Nusantara
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Berita Terkini
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved