6 Kriteria Paus Baru yang Dipilih dalam Konklaf, Salah Satunya Penyembuh Luka Lama

Kamis, 08 Mei 2025 - 01:25 WIB
loading...
6 Kriteria Paus Baru...
Banyak kriteria Paus baru, salah satunya penyembuh luka lama. Foto/X/@FrederikBourgu1
A A A
VATICAN CITY - Selama berhari-hari, para kardinal Gereja Katolik Roma telah menyelinap keluar dari tembok Vatikan, berkumpul untuk makan malam rahasia di trattoria tua dan sesi rahasia di ruang tamu pribadi di seluruh Roma.

Ditugaskan untuk memilih pemimpin baru dari 1,4 miliar umat Katolik, para pangeran Gereja bertopi merah telah terlibat dalam diskusi yang panas saat mereka berusaha untuk mengidentifikasi penerus ideal Paus Fransiskus, yang meninggal bulan lalu.

Semua pembicaraan akan berakhir pada pukul 4:30 sore (14:30 GMT) pada hari Rabu ketika 133 kardinal yang berusia kurang dari 80 tahun akan berbaris dalam prosesi khidmat diiringi suara doa dan memasuki Kapel Sistina untuk konklaf.

6 Kriteria Paus Baru yang Dipilih dalam Konklaf, Salah Satunya Penyembuh Luka Lama

1. Bumi Bagian Selatan Minta Didengar

Mengacu pada proses pemilihan tahun ini, Marco Politi, seorang pakar Vatikan dan penulis buku Pope Francis Among the Wolves, mengatakan, “Ada elemen baru."

“Bagian selatan dunia sedang bergerak dan meminta untuk didengarkan serta ingin menyampaikan pendapatnya – tidak cukup jika masalah-masalah diuraikan dari pusat atau Belahan Bumi Utara.”

Memang, konklaf ini akan menampilkan beragam perspektif para kardinal dari lebih dari 70 negara. Cakupan ini dipandang sebagai warisan Paus Fransiskus, yang menunjuk 80 persen dari mereka yang memenuhi syarat untuk memberikan suara dalam upaya memperluas jangkauan global Gereja.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Investigasi Media: Gereja...
Investigasi Media: Gereja Katolik Spanyol Dilanda Pedofil, 3.084 Orang Jadi Korban
Paus Leo Sebut Perang...
Paus Leo Sebut Perang di Timur Tengah sebagai Skandal, Desak Gencatan Senjata Segera
Aturan Baru China Wajibkan...
Aturan Baru China Wajibkan Uskup dan Pastor Serahkan Paspor
Khotbah Natal Pertama,...
Khotbah Natal Pertama, Paus Leo Soroti Tenda Warga Palestina di Gaza dan Kelahiran Yesus
Paus Leo Serukan Gencatan...
Paus Leo Serukan Gencatan Senjata Semua Perang di Dunia pada Hari Natal
Ratusan Peserta Padati...
Ratusan Peserta Padati Nobar Pesta Babi di Sekretariat PMKRI Jakarta Pusat
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved