Profil Awad Al-Qarni, Ulama Arab Saudi yang Diancam Hukuman Mati karena Kicauan di Twitter

Selasa, 17 Januari 2023 - 20:02 WIB
loading...
Profil Awad Al-Qarni,...
Awad al-Qarni. Foto/Arab News
A A A
JAKARTA - Awad al-Qarni merupakan seorang ulama dan juga akademisi yang berasal dari Arab Saudi yang akan menghadapi hukuman mati atas berbagai tuduhan yang dilontarkannya.

Salah satu tuduhannya dilotarkan menggunakan aplikasi sosial media Twitter untuk menyuarakan pendapatnya, namun pendapatnya tersebut dianggap membahayakan ketertiban umum.

Awad bin Mohammed al-Qarni merupakan pria kelahiran tahun 1957 dan dibesarkan di desa Balqarn di provinsi Asir, barat daya Arab Saudi. Al-Qarni merupakan mantan profesor di Universitas Islam Imam Muhammad ibn Saud.

Al-Qarni merupakan ulama dan akademisi yang memiliki banyak pengikut, terutama para warga masyarakat arab yang tidak suka dengan produk barat. Ia menyebarkan retorikanya melalui khotbah masjid dan program setelah sekolah untuk pemuda di kota Abha.

Baca: Ulama Arab Saudi Awad al-Qarni Hadapi Hukuman Mati karena Berkicau di Twitter

Dalam setiap khotbahnya ia menjelaskan bahwa barat sedang meneror bangsanya menggunakan teknologi sehingga perlu diperangi dan ditumpas karena akan menghancurkan agama dan cara hidupnya.

Dalam bukunya tahun 1998 “Modernism in the balance of Islam: Islamic perspectives in the literature of modernity,” al-Qarni berpendapat bahwa karya sastra modern membuat umat manusia percaya pada kebohongan yang bertujuan untuk menghancurkan ajaran Islam.

Modernisme telah menjangkiti bangsa dan berusaha untuk memberontak melawan etika, nilai, dan kepercayaan. Al-Qarni beranggapan bahwa modernisme adalah ide subversif dan harus diperangi.

Berbagai karya dan ungkapan yang dibuatnya telah menuai kritik baik pers lokal, media sosial, dan oleh para akademisi karena pandangannya yang radikal dan interpretasi agama yang ekstrem.

Baca: Kemeriahan Perayaan Tahun Baru Imlek Mulai Terasa di Riyadh

Mengutip dari situs web Arab News, Pada Maret 2017, al-Qarni didenda USD27.000 dan dilarang menulis oleh Pengadilan Kriminal Khusus Riyadh yang menangani kasus terorisme.

Dia dihukum karena menyebarkan konten di Twitter yang dapat membahayakan ketertiban umum dan dapat memprovokasi opini publik.

Namun pandangan politiknya tentang urusan negara menjadi lebih menonjol dan provokatif. Penangkapannya pada September 2017 terjadi setelah diketahui bahwa dia telah menerima sejumlah setidaknya $20 juta bersama dengan Al-Odah dari pemerintah Qatar.

Bukti juga ditemukan bahwa al-Qarni mendanai Ikhwanul Muslimin dan kelompok jihad ekstremis di Semenanjung Sinai. Bukti tersebut tentu menguatkan para hakim dalam memutuskan Awad al-Qarni dan menjatuhinya dengan hukuman mati.

Baca: Mengapa Arab Saudi Disebut Negara Otoriter?
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Diperiksa 4 Jam, Mantan...
Diperiksa 4 Jam, Mantan Menpora Dito Ariotedjo Dicecar 10 Pertanyaan KPK soal Kunjungan ke Arab Saudi
Gempa M6,0 Guncang Pantai...
Gempa M6,0 Guncang Pantai Barat Meksiko
Mantan Kepala Staf IDF...
Mantan Kepala Staf IDF Ini Siap "Gulingkan" Netanyahu sebagai PM Israel
Rekomendasi
Rekomendasi Judul Microdrama...
Rekomendasi Judul Microdrama China di V+Short, Ceritanya Singkat tapi Bikin Nagih
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Berita Terkini
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Infografis
Arab Saudi Gunakan AI...
Arab Saudi Gunakan AI untuk Cetak Penghafal Al-Quran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved