Mengapa Arab Saudi Disebut Negara Otoriter?

Sabtu, 14 Januari 2023 - 19:01 WIB
loading...
Mengapa Arab Saudi Disebut...
Seorang wanita berbicara di telepon saat wanita lain berjalan melewatinya di Riyadh, Arab Saudi. Foto/REUTERS/Faisal Al Nasser
A A A
RIYADH - Arab Saudi hingga saat ini dikenal sebagai negara yang menganut sistem otoriter dalam menjalankan pemerintahannya.

Otoriter merupakan sistem pemerintahan yang membatasi pergerakan dari setiap warga negaranya.

Sistem tersebut tentu sangat berbeda dengan negara yang menganut sistem pemerintahan demokrasi. Negara yang menganut sistem demokrasi tentu selalu mengedepankan kepentingan rakyatnya, sehingga tidak ada batasan apapun dari pemerintah.

Arab Saudi menjadi negara otoriter karena ada banyak hal yang telah melatar belakanginya, terutama mengenai kondisi negara dan bentuknya.

Berikut alasan mengapa Arab Saudi disebut sebagai negara otoriter.

1. Bentuk Pemerintahan dan Strukturnya

Dikutip dari situs Saudi Embassy, bentuk pemerintahan Arab Saudi adalah monarki atau berbentuk kerajaan yang berlandaskan agama Islam.

Dengan bentuk pemerintahan tersebut, maka penekanan kekuasaan hanya terpaku pada satu komando yakni seorang Raja, termasuk dalam elemen kemiliterannya.

Namun seorang Raja tentu tidak sendirian dalam menjalankan pemerintahannya, ada Putra Mahkota dan Dewan Menteri yang membantunya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.450 Orang Tewas, 774 Gedung Ambruk
Rekomendasi
Pangkormar Pimpin Sertijab...
Pangkormar Pimpin Sertijab 7 Jabatan Strategis, Danbrigif 4 Mar/BS hingga Dandenjaka
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Brasil Lolos ke 16 Besar...
Brasil Lolos ke 16 Besar usai Comeback Dramatis Singkirkan Jepang
Berita Terkini
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved