80 Ribu Warga Israel Demo di Tel Aviv, Protes Pemerintahan Netanyahu

Minggu, 15 Januari 2023 - 16:45 WIB
loading...
80 Ribu Warga Israel...
Pulugan ribu warga Israel turun ke jalan memprotes kebijakan pemerintahan PM Benjamin Netanyahu. FOTO/Reuters
A A A
TEL AVIV - Puluhan ribu warga Israel berkumpul di pusat kota Tel Aviv, Sabtu (14/1/2023) malam. Mereka menggelar aksi demonstrasi, memprotess rencana pemerintahan baru Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk merombak sistem hukum dan melemahkan Mahkamah Agung.

Protes tersebut menghadirkan tantangan awal bagi Netanyahu dan Menteri Keamanan Nasional ultranasionalisnya, Itamar Ben-Gvir, yang telah memerintahkan polisi untuk mengambil tindakan keras jika pengunjuk rasa memblokir jalan atau mengibarkan bendera Palestina.

Baca: Ribuan Warga Israel Protes Pemerintahan Baru PM Netanyahu

Seperti dilaporkan AP, polisi mengatakan kerumunan di Alun-alun Habima Tel Aviv telah membengkak menjadi 80.000 orang pada pukul 9 malam, meskipun cuaca dingin dan hujan. Para pengunjuk rasa, banyak yang ditutupi oleh payung, memegang bendera dan tanda Israel bertuliskan "Pemerintah Kriminal," "Akhir dari Demokrasi" dan slogan-slogan lainnya.

Di antara para pengunjuk rasa terdapat beberapa politisi oposisi termasuk Mantan Menteri Pertahanan Benny Gantz. Netanyahu, yang diadili atas tuduhan korupsi, telah menjadikan perombakan sistem hukum negara sebagai inti dari agendanya.

Menjabat selama lebih dari dua minggu, pemerintahan Netanyahu telah meluncurkan proposal untuk melemahkan Mahkamah Agung dengan memberi parlemen kekuatan untuk membatalkan keputusan pengadilan dengan suara mayoritas sederhana. Ia juga ingin memberi parlemen kendali atas penunjukan hakim dan mengurangi independensi penasihat hukum.

Baca: Pemerintahan Baru Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Dilantik di Parlemen

Menteri Kehakiman Netanyahu mengatakan, hakim yang tidak terpilih memiliki terlalu banyak kekuasaan. Tapi penentang rencana tersebut mengatakan perubahan yang diusulkan akan merusak demokrasi Israel. Para pemimpin oposisi Israel, mantan jaksa agung dan presiden Mahkamah Agung Israel semuanya menentang rencana tersebut.

Perubahan hukum dapat membantu Netanyahu, yang diadili karena korupsi, menghindari hukuman, atau bahkan membuat persidangannya hilang sama sekali. Sejak didakwa pada 2019, Netanyahu mengatakan sistem peradilan bias terhadapnya.

Seorang pengunjuk rasa, Michael (24), yang tidak mau mengungkapkan nama belakangnya, termasuk di antara mereka yang berpartisipasi di Yerusalem Barat. Dia mengatakan kepada Anadolu Agency, bahwa pemerintahan Netanyahu “berusaha menghancurkan otoritas Mahkamah Agung” dengan peraturan peradilan yang baru.

Baca: PBB Minta Opini Mahkamah Internasional Atas Pendudukan Israel, Netanyahu Kesal

Dia menggambarkan reformasi yang coba dilakukan pemerintah sebagai “benar-benar tidak masuk akal”. Dia menambahkan bahwa demokrasi membutuhkan “hakim dan anggota Mahkamah Agung yang akan membela hak setiap orang”.

Pengunjuk rasa lainnya, Sharon (25), mengatakan Pengadilan Tinggi seharusnya tidak “di tangan pemerintah koalisi dan harus tetap tidak memihak”. “Pengadilan tidak boleh terdiri dari orang-orang dengan prasangka,” ujarnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Detik-Detik 2 Helikopter...
Detik-Detik 2 Helikopter Tabrakan dan Tewaskan Penyanyi Oliver Tree, Menegangkan!
Rekomendasi
Iran Bangkit Dua Kali,...
Iran Bangkit Dua Kali, Imbangi Selandia Baru 2-2 di Piala Dunia 2026
FIFA Putar Balik Aturan...
FIFA Putar Balik Aturan Aneh usai Insiden Konferensi Pers Hakimi dan Vinicius di Piala Dunia 2026
KPU Kaji Penerapan E-Voting...
KPU Kaji Penerapan E-Voting untuk Pemilu di Luar Negeri, Ini Alasannya
Berita Terkini
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved