Polandia Ungkap Jadwal Pengerahan Rudal Patriot dari Jerman

Jum'at, 13 Januari 2023 - 17:05 WIB
loading...
Polandia Ungkap Jadwal...
Tentara AS berdiri di samping sistem rudal Patriot di pangkalan militer di Turki. Foto/REUTERS
A A A
WARSAWA - Polandia akan menerima sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat (AS) dari Berlin dalam waktu dekat. Wakil Menteri Pertahanan Polandia Wojciech Skurkiewicz menjelaskan hal itu pada Kamis (12/1/2023).

Jerman menawarkan menempatkan Patriot di wilayah negara itu pada November, setelah rudal Ukraina yang tersesat menewaskan dua warga sipil Polandia.

Berbicara kepada kantor pers IAR, Skurkiewicz mengatakan peluncur rudal dapat tiba Polandia kapan saja, dan mereka harus "disambungkan ke" struktur komando Polandia.

Patriot akan didampingi tentara Jerman dan akan ditempatkan di wilayah Lublin, yang berbatasan dengan Ukraina.

Baca juga: Pembuat Senjata Rusia Kalashnikov Ungkap Tahun Terhebat dalam Sejarah

Menurut sumber IAR, Berlin telah mengirimkan kelompok kerja ke Polandia untuk mempersiapkan kedatangan pasukan utama setelah akhir pekan.

Secara total, 400 tentara Jerman diperkirakan akan dikerahkan ke Polandia.

Warsawa meminta Berlin mengirim sistem Patriot ke Ukraina dan menyebarkannya ke perbatasan baratnya setelah rudal Ukraina jatuh di desa Przewodow, menewaskan dua warga sipil.

Awalnya, Polandia menyalahkan Rusia atas insiden tersebut, yang memicu kekhawatiran akan konflik global antara NATO dan Moskow.

Namun kemudian, Warsawa mengatakan kemungkinan rudal itu ditembakkan pasukan Kiev.

Jerman menolak permintaan Polandia untuk menempatkan Patriot di Ukraina barat, dengan mengatakan persenjataan itu ditujukan untuk pertahanan anggota NATO, dan sebagai gantinya menawarkan menempatkan rudal itu di Polandia.

Awal pekan ini, Presiden Polandia Andrzej Duda mengumumkan transfer tank Leopard 2 buatan Jerman ke Ukraina.

Pejabat Polandia mengatakan langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, yang masih harus disetujui Berlin, dimaksudkan tidak hanya untuk mendukung pasukan Kiev dalam konflik dengan Rusia, tetapi juga untuk menekan sekutu Warsawa agar mengikuti.

Jerman sejauh ini enggan mengirimkan tank tempur utama itu. Kanselir Jerman Olaf Scholz telah berulang kali berargumen tidak ada negara NATO lain yang menyediakan persenjataan jenis ini untuk Ukraina.

Pada Kamis, Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht menegaskan kembali Berlin belum membuat keputusan tentang pengiriman Leopard 2 untuk Ukraina.

Dia menambahkan bahwa pendekatan yang tepat adalah dengan “tidak mengesampingkan apa pun.”
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Trump: Iran Sudah Tamat!
Trump: Iran Sudah Tamat!
Rekomendasi
Rekor 32 Tahun Tumbang...
Rekor 32 Tahun Tumbang di Piala Dunia 2026
Kritik Pemadaman Listrik,...
Kritik Pemadaman Listrik, Komisi VI DPR: Tidak Boleh Lagi Terjadi
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Berita Terkini
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Infografis
Wasit Jerman Daniel...
Wasit Jerman Daniel Siebert Pimpin Final Liga Champions PSG vs Arsenal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved