Inggris Minta Iran Bebaskan Eks Pejabat yang Divonis Hukuman Mati

Kamis, 12 Januari 2023 - 05:58 WIB
loading...
A A A
Ketua Komite Urusan Luar Negeri House of Commons Inggris, Alicia Kearns, mengatakan berita dari keluarga Akbari "mengerikan".

"Sayangnya, ini adalah contoh mengerikan lainnya dari rezim Iran - karena mereka merasa terpojok, karena ada tekanan signifikan dari sanksi terhadap mereka - mempersenjatai warga negara Inggris dan melakukan industrialisasi penyanderaan," katanya kepada program PM Radio BBC 4 seperti dilansir dari kantor berita yang berbasis di Inggris itu.

Dia berspekulasi bahwa Akbari mungkin dipilih oleh kelompok garis keras untuk melemahkan Shamkhani, yang dia gambarkan sebagai "suara moderat yang telah menyerukan diskusi dan dialog sebagai tanggapan atas aksi protes saat ini. Para pemimpin Iran saat ini menggambarkan aksi itu sebagai "kerusuhan" dan menindak mereka dengan kekuatan mematikan.

BBC Persia pada hari Rabu menyiarkan pesan audio dari Akbari di mana dia mengatakan dia disiksa dan dipaksa untuk mengaku di depan kamera atas kejahatan yang tidak dia lakukan.

Dia mengatakan bahwa dia tinggal di luar negeri beberapa tahun yang lalu ketika dia diundang untuk mengunjungi Iran atas permintaan seorang diplomat top Iran yang terlibat dalam pembicaraan nuklir dengan kekuatan dunia.

Sesampai di sana, tambahnya, dia dituduh membeli informasi intelijen rahasia dari sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Shamkhani, dengan imbalan sebotol parfum dan kemeja.

Akbari bertugas di bawah Shamkhani ketika yang nama terakhir menjadi menteri pertahanan selama kepresidenan Mohammad Khatami, seorang reformis yang menjabat selama dua periode antara tahun 1997 dan 2005.

Baca: Paket Bahan Senjata Nuklir dari Pakistan Diduga untuk Iran Disita Inggris

Beberapa jam setelah pesan audio disiarkan, kantor berita kejaksaan Iran Mizan mengkonfirmasi untuk pertama kalinya bahwa Akbari dinyatakan bersalah melakukan spionase, dan Mahkamah Agung (MA) Iran telah menolak bandingnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
Akankah Pemimpin Tertinggi...
Akankah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Hadiri Pemakaman Ayahnya?
Iran dan Oman Selesaikan...
Iran dan Oman Selesaikan Kesepakatan Hormuz, Tanpa Peran AS pada Masa Depan Selat
Wakil Menlu Arab Saudi...
Wakil Menlu Arab Saudi dan Keluarga Nasrallah Hadiri Pemakaman Khamenei
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Studi Ungkap Gurita...
Studi Ungkap Gurita Politik China dalam Jaringan Kriminal di Asia Tenggara
Bus Penuh Penumpang...
Bus Penuh Penumpang Ngebut Masuk Jurang, 40 Orang Tewas
Rekomendasi
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Pertamina Buka Rekrutmen...
Pertamina Buka Rekrutmen Internship bagi Fresh Graduate, Pendaftaran Hingga 5 Juli 2026
BTS Jadi Tamu Kehormatan...
BTS Jadi Tamu Kehormatan Argentina Jelang Konser Oktober Mendatang
Berita Terkini
Deretan Delegasi Asing...
Deretan Delegasi Asing yang Hadiri Pemakaman Khamenei, Salah Satunya Musuh Bebuyutan Iran
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved