Ukraina Tuding Rusia Tawarkan Kesepakatan Damai Gaya Korea

Senin, 09 Januari 2023 - 15:05 WIB
loading...
Ukraina Tuding Rusia...
Kepala Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Aleksey Danilov. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Rusia ingin memberlakukan gencatan senjata yang akan memisahkan tanah Ukraina, mirip dengan bagaimana Semenanjung Korea dibagi hari ini.

Kepala Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Aleksey Danilov mengungkapkan hal itu seperti dikutip media negara itu.

Pernyataannya muncul setelah Moskow menegaskan kembali bahwa negosiasi perdamaian dimungkinkan jika Kiev mengakui wilayah baru Rusia.

"Mereka saat ini menawarkan kami opsi Korea. Di satu sisi kami akan memiliki warga Ukraina tertentu, dan di sisi lain kami akan memiliki warga Ukraina yang berbeda," ujar Danilov dalam wawancara TV pada Minggu (8/1/2023), menurut saluran berita Ukraina TSN.

Baca juga: Dipersulit Gabung NATO, Swedia Sebut Permintaan Turki Terlalu Banyak

Perang Korea 1950–53 diakhiri dengan gencatan senjata yang meresmikan paralel ke-38 sebagai perbatasan de-facto antara Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel).

"Saya tahu pasti bahwa salah satu opsi yang bisa mereka tawarkan kepada kami adalah 'paralel ke-38'," ujar Danilov.

Dia mengklaim, “Wakil Kepala Administrasi Kepresidenan Rusia Dmitry Kozak telah berbicara dengan politisi Uni Eropa (UE) dan menyampaikan pesan bahwa mereka siap untuk banyak konsesi untuk mengakui status quo dan memaksa kita melakukan semacam gencatan senjata."

Rusia melancarkan operasi militer di Ukraina pada akhir Februari, dengan alasan perlunya melindungi rakyat Donbass.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meluncurkan “formula perdamaian” pada bulan September, bersikeras resolusi konflik hanya mungkin jika Moskow menyerahkan semua wilayah yang baru digabungkan.

Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk, bersama dengan dua bekas wilayah Ukraina lainnya, wilayah Kherson dan Zaporozhye, menjadi bagian dari Rusia setelah mengadakan referendum September lalu. Crimea melakukan hal yang sama pada 2014 setelah kudeta di Kiev tahun itu.

Rusia menyebut persyaratan Zelensky tidak dapat diterima. Presiden Vladimir Putin mengatakan dalam panggilan telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Kamis bahwa negosiasi dengan Kiev hanya dapat terjadi jika Ukraina mengakui "realitas teritorial baru."

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan pada akhir Desember bahwa, “Politisi Ukraina tidak mampu bernegosiasi karena mayoritas adalah Russophobes yang terang-terangan."

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
Klasemen Peringkat Tiga...
Klasemen Peringkat Tiga Terbaik Piala Dunia 2026: Ekuador Lolos 32 Besar
Jangan Jadi Korban!...
Jangan Jadi Korban! Ini Strategi Melawan Hoaks Lowongan Kerja yang Wajib Diketahui
Sarwendah Buat Aduan...
Sarwendah Buat Aduan ke KPAI soal Nafkah Anak, Begini Tanggapan Ruben Onsu
Berita Terkini
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Selat Hormuz Bergejolak...
Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved