Gereja Rusia: Zelensky Tak Bisa Memobilisasi Tuhan Jadi Tentara Ukraina
Senin, 06 Mei 2024 - 10:50 WIB
loading...
Gereja Ortodoks Rusia mengkritik klaim Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bahwa Tuhan menjadi sekutu pasukan Kyiv dalam perang melawan Moskow. Foto/REUTERS
A
A
A
MOSKOW - Gereja Ortodoks Rusia mengatakan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tidak memiliki cara untuk melibatkan Tuhan dalam perang.
Komentar itu sebagai teguran atas pidato Zelensky pada Minggu Paskah, di mana dia mengeklaim Tuhan sebagai sekutu Kyiv dalam perang melawan Moskow.
Dalam pidato tersebut, Zelensky menggambarkan Tuhan sebagai sekutu Ukraina yang memiliki tanda pangkat dengan bendera Ukraina di bahunya.
Baca Juga: Zelensky Klaim Tuhan Sekutu Ukraina, Rusia: Dia Overdosis Obat
“Tuhan bukanlah penduduk wilayah Kiev agar Zelensky memobilisasi Dia dan menempatkan-Nya di pasukan Ukraina. Pernyataannya tidak perlu diperhatikan,” kata Vakhtang Kipshidze, kepala departemen hubungan masyarakat gereja Rusia, kepada news.ru, Senin (6/5/2024).
Kipshidze lebih lanjut mengecam pemimpin Ukraina itu sebagai “seorang yang tidak beriman” yang “mengeklaim bahwa dia dapat memutuskan Tuhan yang menjadi sekutunya.”
Kyiv diketahui telah meningkatkan tindakan keras terhadap gereja Kristen terbesarnya, Gereja Ortodoks Ukraina (UOC), dan menuduh pendetanya sebagai “agen Moskow".
Komentar itu sebagai teguran atas pidato Zelensky pada Minggu Paskah, di mana dia mengeklaim Tuhan sebagai sekutu Kyiv dalam perang melawan Moskow.
Dalam pidato tersebut, Zelensky menggambarkan Tuhan sebagai sekutu Ukraina yang memiliki tanda pangkat dengan bendera Ukraina di bahunya.
Baca Juga: Zelensky Klaim Tuhan Sekutu Ukraina, Rusia: Dia Overdosis Obat
“Tuhan bukanlah penduduk wilayah Kiev agar Zelensky memobilisasi Dia dan menempatkan-Nya di pasukan Ukraina. Pernyataannya tidak perlu diperhatikan,” kata Vakhtang Kipshidze, kepala departemen hubungan masyarakat gereja Rusia, kepada news.ru, Senin (6/5/2024).
Kipshidze lebih lanjut mengecam pemimpin Ukraina itu sebagai “seorang yang tidak beriman” yang “mengeklaim bahwa dia dapat memutuskan Tuhan yang menjadi sekutunya.”
Kyiv diketahui telah meningkatkan tindakan keras terhadap gereja Kristen terbesarnya, Gereja Ortodoks Ukraina (UOC), dan menuduh pendetanya sebagai “agen Moskow".
Lihat Juga :