Bantu Rusia, 300 Tentara Chechnya Dikerahkan ke Medan Perang Ukraina
Senin, 09 Januari 2023 - 06:56 WIB
loading...
A
A
A
Dalam beberapa minggu setelah invasi 24 Februari oleh Rusia ke Ukraina, Kadyrov mengumumkan bahwa dia telah melakukan perjalanan ke negara yang diinvasi itu untuk membantu pasukan Moskow.
Pemimpin republik Kaukasus itu menyerukan pasukan Ukraina dalam video Telegram di awal perang untuk menyerah atau Anda akan dihabisi.
"Pasukan Chechnya akan menunjukkan kepada Anda bahwa praktik Rusia mengajarkan perang lebih baik daripada teori asing dan rekomendasi penasihat militer," katanya, yang dilansir The Guardian.
Pada bulan Oktober, Kadyrov berpendapat Moskow harus mempertimbangkan pengerahan senjata nuklir low-yield di Ukraina, setelah Rusia menarik pasukannya dari kota timur Lyman.
Dia mengatakan dirinya percaya langkah-langkah yang lebih drastis harus diambil oleh Kremlin, mulai dari darurat militer hingga peledakan senjata nuklir.
Tetapi juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menjauhkan Moskow dari komentar tersebut dengan mengatakan pada konferensi pers: "Kepala daerah memiliki hak untuk mengungkapkan sudut pandang mereka, [namun] emosi harus dihilangkan dari penilaian apa pun di Ukraina."
Peskov terus menekankan kontribusi yang sangat besar yang diberikan para tentara Chechnya terhadap upaya invasi Rusia. Menurut media pemerintah Rusia, Kadyrov secara pribadi telah menginvestasikan banyak dalam perang tersebut.
Kadyrov mengepalai kelompok paramiliter terkenal yang dikenal sebagai Kadyrovtsy atau Kadyrovites dan telah dituduh melakukan sejumlah pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Namun dia membantah tuduhan itu.
Pemimpin republik Kaukasus itu menyerukan pasukan Ukraina dalam video Telegram di awal perang untuk menyerah atau Anda akan dihabisi.
"Pasukan Chechnya akan menunjukkan kepada Anda bahwa praktik Rusia mengajarkan perang lebih baik daripada teori asing dan rekomendasi penasihat militer," katanya, yang dilansir The Guardian.
Pada bulan Oktober, Kadyrov berpendapat Moskow harus mempertimbangkan pengerahan senjata nuklir low-yield di Ukraina, setelah Rusia menarik pasukannya dari kota timur Lyman.
Dia mengatakan dirinya percaya langkah-langkah yang lebih drastis harus diambil oleh Kremlin, mulai dari darurat militer hingga peledakan senjata nuklir.
Tetapi juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menjauhkan Moskow dari komentar tersebut dengan mengatakan pada konferensi pers: "Kepala daerah memiliki hak untuk mengungkapkan sudut pandang mereka, [namun] emosi harus dihilangkan dari penilaian apa pun di Ukraina."
Peskov terus menekankan kontribusi yang sangat besar yang diberikan para tentara Chechnya terhadap upaya invasi Rusia. Menurut media pemerintah Rusia, Kadyrov secara pribadi telah menginvestasikan banyak dalam perang tersebut.
Kadyrov mengepalai kelompok paramiliter terkenal yang dikenal sebagai Kadyrovtsy atau Kadyrovites dan telah dituduh melakukan sejumlah pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Namun dia membantah tuduhan itu.
Lihat Juga :