Bangkrut, Sri Lanka Akan Gelar Pemilu Pertama sejak Krisis Pecah
Kamis, 05 Januari 2023 - 08:17 WIB
loading...
A
A
A
Kekurangan makanan, bahan bakar, dan listrik yang akut selama berbulan-bulan sejak akhir 2021 menyebabkan agitasi massal terhadap pemerintahan Rajapaksa yang gagal membayar utang luar negeri negara itu sebesar USD46 miliar pada bulan April.
Kegagalan membayar utang luar negeri itulah yang membuat Sri Lanka diyatakan sebagai negara bangkrut.
Wickremesinghe (73), perdana menteri enam kali, memenangkan pemilu Parlemen untuk menggantikan Rajapaksa dengan dukungan partai SLPP [Sri Lanka Podujana Peramuna] pimpinan Rajapaksa, tetapi tidak memiliki mandat populer.
Dia telah membalikkan kebijakan pemotongan pajak yang diperintahkan oleh pendahulunya dan menaikkan harga secara keseluruhan karena inflasi mencapai rekor hampir 70 persen.
Wickremesinghe juga telah memerintahkan tindakan keras terhadap protes anti-pemerintah.
Pada pemilu lokal terakhir pada tahun 2018, United National Party [Partai Persatuan Nasional]-nya hanya memenangkan 10 persen dari 340 kursi dewan, sementara kebobolan 231 dari SLPP.
Kegagalan membayar utang luar negeri itulah yang membuat Sri Lanka diyatakan sebagai negara bangkrut.
Wickremesinghe (73), perdana menteri enam kali, memenangkan pemilu Parlemen untuk menggantikan Rajapaksa dengan dukungan partai SLPP [Sri Lanka Podujana Peramuna] pimpinan Rajapaksa, tetapi tidak memiliki mandat populer.
Dia telah membalikkan kebijakan pemotongan pajak yang diperintahkan oleh pendahulunya dan menaikkan harga secara keseluruhan karena inflasi mencapai rekor hampir 70 persen.
Wickremesinghe juga telah memerintahkan tindakan keras terhadap protes anti-pemerintah.
Pada pemilu lokal terakhir pada tahun 2018, United National Party [Partai Persatuan Nasional]-nya hanya memenangkan 10 persen dari 340 kursi dewan, sementara kebobolan 231 dari SLPP.
Lihat Juga :