Perundingan AS dan Iran Terhenti, Dunia Akan Terus Terguncang

Rabu, 29 April 2026 - 11:30 WIB
loading...
Perundingan AS dan Iran...
Perundingan AS dan Iran terhenti, dunia akan terus terguncang. Foto/X/CENTCOM
A A A
WASHINGTON - Dengan perang Amerika Serikat-Israel di Iran memasuki hari ke-60, para ahli memperingatkan bahwa belum ada tanda-tanda berakhirnya perang, karena negosiasi terus "terhenti" di tengah melonjaknya harga minyak dan inflasi.

AS dan Israel melancarkan serangan mereka terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran membalas dengan menutup Selat Hormuz, saluran sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman, tempat sekitar 20 persen ekspor minyak dan gas dunia melewati Timur Tengah, terutama ke Asia dan juga ke Eropa.

Baru-baru ini, AS telah memberlakukan blokade sendiri untuk memutus jalur kapal yang membawa minyak Iran dan akhirnya memaksa negara itu untuk menghentikan produksi setelah kehabisan ruang penyimpanan dan mencari solusi.

Dengan kedua pihak yang terlibat dalam kebuntuan, harga minyak terus melonjak. Pada hari Selasa, minyak mentah WTI berada di angka USD100,09 naik dari USD67,02 sehari sebelum serangan.



Di SPBU di AS, hal itu telah diterjemahkan menjadi level tertinggi dalam hampir empat tahun untuk harga rata-rata bensin. Harga bensin hampir mencapai USD4,18 per galon pada hari Selasa, naik dari rata-rata nasional USD2,92 sejak akhir Februari, menurut data dari American Automobile Association.

“Negosiasi tampaknya terhenti… dan resolusi jangka pendek tampaknya sulit,” kata Rachel Ziemba, peneliti senior adjunkt di Center for a New American Security, dilansir Al Jazeera.

“Ekonomi AS lebih tangguh daripada beberapa ekonomi lainnya, tetapi pada akhirnya, kita akan melihat dampak global pada harga,” tambah Ziemba.

Di tengah semua ini, Uni Emirat Arab mengumumkan pada hari Selasa bahwa mereka akan meninggalkan kartel minyak OPEC dan OPEC+ efektif 1 Mei, sebuah langkah yang telah lama dirumorkan karena mereka merasa terbebani oleh kuota produksi OPEC dan memiliki perbedaan dengan Arab Saudi, pemimpin de facto OPEC. Meskipun langkah UEA menandakan bahwa mereka ingin memproduksi dan menjual lebih banyak minyak, hal itu tidak mungkin dilakukan selama selat tersebut tetap tertutup, dan untuk saat ini, harga akan terus melonjak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
Jadi PM Baru, Andy Burnham...
Jadi PM Baru, Andy Burnham Izinkan AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Serang Iran
Pangeran Saudi Ditemukan...
Pangeran Saudi Ditemukan Meninggal di Hotel Mewah London, Diduga Kecanduan Narkoba
Rekomendasi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Perjalanan Kereta Lebih...
Perjalanan Kereta Lebih Tenang, Ada Perlindungan untuk Keterlambatan dan Pembatalan
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Vietnam Pesta 7 Gol ke Gawang Timor Leste
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Jadwal Semifinal Piala...
Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Duel Penentu Final
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved