Keluarga Tentara Rusia yang Tewas dalam Perang Ukraina Diberi Santunan Rp1 Miliar

Rabu, 04 Januari 2023 - 13:30 WIB
loading...
Keluarga Tentara Rusia...
Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan dekrit santunan bagi tentara Rusia yang tewas dalam perang di Ukraina. FOTO/Reuters
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin Selasa menandatangani keputusan untuk membayar 5 juta Rubel (Rp1 miliar) sebagai bantuan kepada keluarga tentara Rusia yang tewas dalam perang di Ukraina .

Seperti dilaporkan Anadolu Agency, Rabu (4/1/2023), dekrit tersebut, yang mencakup jaminan sosial tambahan untuk tentara Rusia, pasukan keamanan dan keluarga mereka, dipublikasikan di situs Badan Informasi Hukum Rusia.

Baca: Rakyat Rusia Berduka atas Tewasnya Puluhan Tentara Akibat Rudal Ukraina

Sementara itu, 3 juta rubel (USD41.300) akan dibayarkan kepada tentara yang terluka atau mengalami trauma selama perang. Keputusan, yang mulai berlaku pada tanggal ditandatangani, akan mencakup keluarga tentara yang kehilangan nyawa dan mereka yang terluka pada 24 Februari, ketika perang Rusia-Ukraina dimulai.

Sementara itu, sebuah kelompok patriotik yang kurang dikenal, yang mendukung para janda tentara Rusia telah meminta Presiden Vladimir Putin untuk memerintahkan mobilisasi besar-besaran jutaan orang dan menutup perbatasan untuk memastikan kemenangan di Ukraina.

Putin berada di bawah tekanan kuat untuk memberikan kemenangan di Ukraina, lebih dari 10 bulan sejak dia mengirim pasukan sebagai bagian dari operasi yang katanya dimaksudkan untuk membela Rusia di Ukraina timur.

Baca: 63 Tentara Rusia Tewas Terkena Serangan Rudal Ukraina di Donbass

"Kami meminta Presiden kami, Vladimir Vladimirovich Putin, untuk mengizinkan Angkatan Darat Rusia melakukan mobilisasi skala besar," kata kelompok Janda Tentara Rusia dalam sebuah posting di Telegram, seperti dikutip dari Reuters.

"Kami meminta Presiden kami, Panglima Tertinggi kami, untuk melarang kepergian pria usia militer dari Rusia. Dan kami memiliki hak moral penuh untuk melakukan ini: suami kami meninggal melindungi orang-orang ini, tetapi siapa yang akan melindungi kami jika mereka kabur?" lanjut pernyataan itu.

Setelah memerintahkan apa yang dia sebut sebagai "mobilisasi parsial" pada 21 September, yang pertama di Rusia sejak Perang Dunia Kedua, sekitar 300.000 orang tambahan direkrut, meskipun beberapa ratus ribu lebih orang Rusia melarikan diri ke luar negeri untuk menghindari panggilan.

Baca: Rusia Salahkan Penggunaan Ponsel oleh Tentaranya sebagai Pemicu Serangan Ukraina

Kremlin tidak segera menanggapi permintaan komentar atas permohonan dari kelompok janda tersebut. Putin sendiri mengatakan bulan lalu, bahwa tidak perlu ada mobilisasi tambahan.

Seorang perwakilan dari kelompok janda mengatakan kepada Reuters bahwa semua pria Rusia yang sehat harus dimobilisasi untuk membela Tanah Air. "Perang yang akan datang akan membutuhkan sumber daya yang sangat berbeda: manusia, psikologis, ekonomi. Melindungi Tanah Air adalah kewajiban," ujarnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
Berita Terkini
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved