Rusia Ungkap Berbagai Target Angkatan Udara Jarak Jauh pada 2023

Selasa, 03 Januari 2023 - 14:01 WIB
loading...
Rusia Ungkap Berbagai...
Pembom strategis Tu-95MS Rusia mendarat setelah penerbangan yang dijadwalkan. Foto/Sputnik/Kemhan Rusia
A A A
MOSKOW - Penerbangan jarak jauh Rusia akan terus memiliki peran dalam operasi militer Moskow di Ukraina pada tahun 2023 dan harus menguasai peningkatan armada baru.

Kepala Komando Udara Jarak Jauh Rusia Letnan Jenderal Sergey Kobylash menjelaskan hal itu pada Senin (2/1/2023).

“Program pelatihan operasional dan tempur yang direncanakan untuk tahun ini mencakup “penggunaan alat penghancur udara,” ungkap Kobylash, seperti dikutip Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia.

Dia menjelaskan, “Pilot juga akan terus melatih dan meningkatkan keterampilan mereka dalam bekerja dengan sistem kontrol otomatis dan dukungan informasi untuk senjata presisi tinggi.”

“Tugas-tugas itu akan dilakukan pada tahun 2023 sebagai bagian dari partisipasi penerbangan jarak jauh dalam operasi militer khusus,” ujar komandan itu.

Baca juga: 63 Tentara Rusia Tewas Terkena Serangan Rudal Ukraina di Donbass

Dia mengungkapkan keyakinannya bahwa semua tujuan pasukan akan tercapai melalui kerja keras semua personelnya.

Bulan lalu, Kobylash mengatakan kepada surat kabar militer Rusia Krasnaya Zvezda bahwa sebagian besar awak pasukan telah menerima pengalaman tempur selama konflik di Ukraina.

Penerbangan jarak jauh Rusia merupakan bagian dari triad nuklir negara yang juga dapat membawa senjata konvensional.

Baca juga: Makin Menindas, Israel Siapkan Paket Sanksi terhadap Warga Palestina

Mereka saat ini bergantung pada tiga jenis pesawat, termasuk pembawa rudal strategis Tu-95MS dan Tu-160, dan pembom jarak jauh Tu-22M3.

Sesaat sebelum Tahun Baru, pasukan itu diperkuat pembom Tu-22M3 modern lainnya. Dua pesawat Tu-160M juga telah diserahkan untuk uji terbang.

Salah satunya adalah versi upgrade dari pesawat yang ada, sementara yang lain dibangun dari awal, sebagai bagian dari upaya Rusia baru-baru ini untuk memulai kembali program pembuatan pesawat strategisnya.

Bulan lalu, Ukraina melakukan setidaknya dua upaya untuk menyerang lapangan terbang yang menampung awak penerbangan jarak jauh.

Lapangan terbang itu berada jauh di dalam wilayah Rusia, di Saratov dan Ryazan.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, drone jet “buatan Soviet” yang dimodifikasi, yang menargetkan pangkalan Engels dan Dyagilevo, ditembak jatuh oleh pertahanan udara.

Namun, puing-puing dari UAV yang hancur akhirnya menewaskan enam prajurit di darat dan pada satu kesempatan menimbulkan kerusakan kecil pada dua pesawat.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
Prabowo Panggil John...
Prabowo Panggil John Herdman ke Hambalang, Bahas Roadmap Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
Gelar Unjuk Rasa di...
Gelar Unjuk Rasa di Monas, Ini Pernyataan Sikap BEM Persatuan Indonesia
Navigasi Kompleksitas...
Navigasi Kompleksitas Bisnis 2026, Grab For Business Dorong Pelaku Usaha Scale Smarter dan Execute Faster
Berita Terkini
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Infografis
Taktik Rusia Jika Ukraina...
Taktik Rusia Jika Ukraina Dapatkan Rudal Jarak Jauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved