Takut Diserang Rusia, Finlandia Bangun Rel Kereta Perang Senilai Rp382 Miliar
Senin, 28 April 2025 - 14:35 WIB
loading...
Finlandia bangun rel kereta perang senilai Rp382 miliar. Foto/X/@NewsForbiddenX
A
A
A
HELSINKI - Finlandia telah mengalokasikan €20 juta atau setara Rp382 miliar untuk perencanaan jalur kereta api baru yang menghubungkan negara Nordik itu dengan negara tetangga Swedia dan Norwegia yang akan memfasilitasi pergerakan peralatan militer NATO jika terjadi perang dengan Rusia.
Melansir surat kabar Iltalehti, Helsinki meninggalkan kebijakan netralitasnya yang telah lama berlaku dan bergabung dengan blok militer yang dipimpin AS pada April 2023, dengan alasan masalah keamanan atas konflik Ukraina. Swedia mengikutinya pada 2024, dengan alasan yang sama. Sebagai tanggapan, Moskow berjanji untuk memperkuat postur pertahanannya di Rusia barat laut.
Iltalehti, mengutip sumber anonim pemerintah, mengklaim bahwa proyek kereta api tersebut sedang berjalan sekarang karena pemerintah Finlandia telah mengalokasikan dana untuk perencanaannya.
Menurut harian tersebut, biaya keseluruhan proyek tersebut kemungkinan akan mencapai miliaran euro, dengan pekerjaan konstruksi aktual diharapkan akan "berlangsung hingga tahun 2030-an."
Artikel tersebut selanjutnya mengklaim bahwa pemerintah Finlandia berharap untuk mendapatkan pendanaan Uni Eropa untuk proyek tersebut.
Baca Juga: Mengapa Paus Fransiskus Tidak Dimakamkan di Vatikan?
Menjelaskan perlunya proyek kereta api dalam sebuah wawancara dengan Iltalehti pada bulan November, menteri transportasi dan komunikasi Finlandia, Lulu Ranne mengutip ancaman Rusia yang dirasakan.
Melansir surat kabar Iltalehti, Helsinki meninggalkan kebijakan netralitasnya yang telah lama berlaku dan bergabung dengan blok militer yang dipimpin AS pada April 2023, dengan alasan masalah keamanan atas konflik Ukraina. Swedia mengikutinya pada 2024, dengan alasan yang sama. Sebagai tanggapan, Moskow berjanji untuk memperkuat postur pertahanannya di Rusia barat laut.
Iltalehti, mengutip sumber anonim pemerintah, mengklaim bahwa proyek kereta api tersebut sedang berjalan sekarang karena pemerintah Finlandia telah mengalokasikan dana untuk perencanaannya.
Menurut harian tersebut, biaya keseluruhan proyek tersebut kemungkinan akan mencapai miliaran euro, dengan pekerjaan konstruksi aktual diharapkan akan "berlangsung hingga tahun 2030-an."
Artikel tersebut selanjutnya mengklaim bahwa pemerintah Finlandia berharap untuk mendapatkan pendanaan Uni Eropa untuk proyek tersebut.
Baca Juga: Mengapa Paus Fransiskus Tidak Dimakamkan di Vatikan?
Menjelaskan perlunya proyek kereta api dalam sebuah wawancara dengan Iltalehti pada bulan November, menteri transportasi dan komunikasi Finlandia, Lulu Ranne mengutip ancaman Rusia yang dirasakan.
Lihat Juga :