PM Inggris Sebut 2022 Tahun Sulit, Masalah Tak Akan Hilang di 2023
Minggu, 01 Januari 2023 - 22:05 WIB
loading...
PM Inggris Sebut 2022 Tahun Sulit, Masalah Tak Akan Hilang di 2023. FOTO/Reuters
A
A
A
LONDON - Tahun 2022 adalah "sulit" dan masalah Inggris tidak akan "berakhir" pada tahun 2023. Hal itu diungkapkan Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak dalam pesan video Tahun Baru, Sabtu (31/12/2022).
Sunak mengatakan, pemerintah telah mengambil keputusan yang "sulit tetapi adil" untuk "mengontrol pinjaman dan utang". Ia menduduki kursi perdana menteri di saat Inggris sedang bergelut dengan kondisi ekonomi yang sulit.
Baca: Profil Rishi Sunak Perdana Menteri Inggris yang Baru
"Sama seperti kita pulih dari pandemi global yang belum pernah terjadi sebelumnya, Rusia meluncurkan invasi biadab dan ilegal di seluruh Ukraina. Ini memiliki dampak ekonomi yang besar di seluruh dunia, yang tidak kebal terhadap Inggris. Sekarang, saya tahu banyak dari Anda telah merasakannya berpengaruh di rumah,” kata Sunak, seperti dikutip dari Anadolu Agency.
Menurutnya, pemerintah Inggris telah mampu membantu golongan masyarakat yang paling rentan dengan meningkatnya biaya tagihan energi. Ia juga berjanji bahwa pemerintahnya akan mengutamakan "prioritas rakyat."
Sunak mengatakan, pemerintah telah mengambil keputusan yang "sulit tetapi adil" untuk "mengontrol pinjaman dan utang". Ia menduduki kursi perdana menteri di saat Inggris sedang bergelut dengan kondisi ekonomi yang sulit.
Baca: Profil Rishi Sunak Perdana Menteri Inggris yang Baru
"Sama seperti kita pulih dari pandemi global yang belum pernah terjadi sebelumnya, Rusia meluncurkan invasi biadab dan ilegal di seluruh Ukraina. Ini memiliki dampak ekonomi yang besar di seluruh dunia, yang tidak kebal terhadap Inggris. Sekarang, saya tahu banyak dari Anda telah merasakannya berpengaruh di rumah,” kata Sunak, seperti dikutip dari Anadolu Agency.
Menurutnya, pemerintah Inggris telah mampu membantu golongan masyarakat yang paling rentan dengan meningkatnya biaya tagihan energi. Ia juga berjanji bahwa pemerintahnya akan mengutamakan "prioritas rakyat."
Lihat Juga :