FBI Dilaporkan 'Culik' Selebgram asal Nigeria di Dubai

Minggu, 12 Juli 2020 - 10:51 WIB
loading...
FBI Dilaporkan Culik...
Pengacara Ramon Olorunwa Abbas, Gal Pissetzky menuturkan bahwa kliennya telah diculik oleh Biro Investigasi Federal (FBI). Foto/Ist
A A A
DUBAI - Ramon Olorunwa Abbas seorang influencer asal Nigeria ditangkap bersama dengan rekannya lainnya oleh polisi di Uni Emirat Arab (UEA) pada Juni. Pekan lalu, kedua pria itu muncul di pengadilan di Chicago, Amerika Serikat (AS).

Bagaimana mereka berakhir di AS, tidak jelas. Karena Washington tidak memiliki perjanjian ekstradisi formal dengan UEA. Namun, pengacara Abbas, Gal Pissetzky menuturkan bahwa kliennya telah "diculik" oleh Biro Investigasi Federal (FBI).
"Menurut pendapat saya, FBI dan pemerintah di sini bertindak secara ilegal ketika mereka menculiknya dari Dubai tanpa proses hukum untuk melakukannya," ucap Pissetzky, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (12/7/2020).

"Tidak ada ekstradisi, tidak ada langkah hukum yang diambil, tidak ada dokumen pengadilan yang diajukan, itu hanya sebuah panggilan ke FBI. Dia bukan warga negara AS dan AS sama sekali tidak memiliki otoritas untuk membawanya," sambungnya.

Departemen Kehakiman AS mengatakan Abbas tidak diekstradisi oleh UEA, tetapi diusir dari negara itu. Namun, di halaman Facebook resminya, polisi Dubai mengatakan FBI berterima kasih kepada penegak hukum negara itu karena menangkap dan mengekstradisi Abbas ke AS.

( Baca juga: Putri Yordania Nikahi Cucu Penulis Inggris yang Jadi Mualaf )

Abbas, yang dikenal di media sosial sebagai Ray Hushpuppi, memiliki 2,5 juta pengikut di Instagram. Dia sering memposting tentang gaya hidupnya yang mewah yang menunjukkan dirinya di hotel-hotel mewah, mobil mahal, dan pakaian desainer. Menurut deskripsi di halamannya, dia adalah pengembang real estat.

Namun, menurut dokumen pengadilan ia dituduh mencuri dan mencuci jutaan dolar. Secara khusus, dokumen itu menyebut Abbas menjalankan jaringan kejahatan cyber yang menargetkan sebuah firma hukum AS, bank asing dan klub Liga Premier Inggris.

Pengacara Abbas mengklaim bahwa kliennya mendapatkan uangnya secara legal dengan mempromosikan merek-merek desainer ternama di halaman media sosialnya.

( Baca juga: Gargle dengan Antiseptik Kandungan PVP-I Efektif Lawan Virus Corona )

"Dia adalah influencer media sosial dengan jutaan pengikut, dengan jutaan orang yang menghormati dan mencintainya dan dia mencintai mereka, dan itulah yang dia lakukan. Dalam masyarakat saat ini, itu adalah bisnis," ujar Pissetzky.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
TMCR 2026 Ajak Warga...
TMCR 2026 Ajak Warga Jelajahi Jakarta Jelang Usia 500 Tahun
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved