Balas Kematian Jenderal Soleimani, Wanita Ini Tikam Teman Kencan saat Berhubungan Seks

Selasa, 27 Desember 2022 - 07:45 WIB
loading...
Balas Kematian Jenderal...
Nika Nikoubin, wanita Iran yang tikam pria AS saat berhubungan seks. Serangan itu sebagai balas dendam atas kematian jenderal top Iran, Qassem Soleimani. Foto/Facebook via New York Post
A A A
LAS VEGAS - Seorang wanita asal Iran menikam pria Amerika Serikat (AS) saaat berhubungan seks . Itu dilakukan untuk membalas dendam atas kematian jenderal top Teheran, Qassem Soleimani .

Nika Nikoubin menikam teman kencannnya di sebuah hotel di Las Vegas pada Maret 2022. Dalam sidang pada hari Senin, dia mengaku tidak bersalah atas serangan tersebut.

Nikoubin, yang sudah lama tinggal di Amerika, mengaku kepada polisi bahwa dia telah telah menikam teman kencannya untuk membalaskan kematian Jenderal Soleimani. Sang jenderal pemimpin Pasukan Quds Iran tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di Baghdad, Irak, pada tahun 2020.

Baca juga: Komandan IRGC: Kematian Semua Pemimpin AS Tak Cukup Balaskan Kematian Soleimani

Wanita itu percaya bahwa darah orang Amerika harus ditumpahkan sebagai pembalasan.

Dia membayar uang jaminan USD60.000 dan diizinkan untuk tetap menjadi tahanan rumah. Sidang dijadwalkan kembali pada 31 Juli mendatang.
Balas Kematian Jenderal Soleimani, Wanita Ini Tikam Teman Kencan saat Berhubungan Seks

Foto/KLBK

Pada 5 Maret 2022, Nikoubin berhubungan seks di sebuah hotel di Las Vegas dengan pria Amerika yang ditemuinya di situs kencan.

Dia menutup mata teman kencannya selama berhubungan seks dan menikam leher korban dengan pisau beberapa kali. Korban dibawa ke rumah sakit dan akhirnya berhasil diselamatkan.

Polisi menemukan Nikoubin telanjang di area utilitas di lantai 14 hotel. Saat itu, dia mengakui perbuatannya.

"Kami minum sedikit dan kemudian—saya kira kami mulai masuk ke dalamnya dan kemudian saya menikamnya," katanya dengan santai saat itu.

Baca juga: Agen Mossad Terlibat Pembunuhan Jenderal Soleimani, Dibayar Rp70,5 Juta Per Bulan

Nikoubin yang lahir di Iran mengaku sudah merencanakan untuk menyakiti korban sejak awal. Dia menjelaskan bahwa itu adalah tindakan balas dendam atas pembunuhan terhadap komandan Pasukan Quds Iran Jenderal QasSem Soleimani dalam serangan pesawat tak berawak Amerika.

“AS membunuh Soleimani. Banyak darah tertumpah. Jadi, saya merasa, adil jika darah Amerika ditumpahkan," katanya, seperti dikutip Sputnik, Selasa (27/11/2022).

Nikoubin dilaporkan menderita gangguan kecemasan umum, gangguan depresi mayor, dan gangguan kepribadian paranoid.

Namun, seorang hakim memutuskan bahwa dia dapat bertahan dalam persidangan.

Jenderal Qassem Soleimani menjabat sebagai kepala pasukan elite Quds dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.

Serangan pesawat tak berawak diperintahkan oleh Presiden AS saat itu Donald Trump, yang mengeklaim bahwa Soleimani merupakan ancaman yang akan segera terjadi. Menurut Trump, Soleimani berencana untuk menyerang Kedutaan AS di Baghdad.

Beberapa hari setelah kematian sang jenderal, Iran meluncurkan operasi militer, "Martyr Soleimani", menembakkan 12 roket balistik ke sasaran AS di Irak yang melukai lebih dari 110 prajurit Amerika.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Acuhkan Trump, Iran...
Acuhkan Trump, Iran Tak Kirim Delegasi ke Qatar untuk Berunding
Rekomendasi
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes, Puan: Sebaiknya Fokus Manajerial Saja
Mantan Menpora Dito...
Mantan Menpora Dito Ariotedjo Kembali Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Betrand Peto Ungkap...
Betrand Peto Ungkap Momen Canggung Ruben Onsu Bertemu Sarwendah Sebelum Berangkat Umrah
Berita Terkini
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved