Korut Kecam Sanksi Inggris Terkait Kamp Penjara dan Kerja Paksa

Minggu, 12 Juli 2020 - 00:03 WIB
loading...
Korut Kecam Sanksi Inggris...
Bendera Korut di depan misi Korut untuk Jenewa. Foto/REUTERS
A A A
PYONGYANG - Korea Utara (Korut) mengecam Inggris karena mengumumkan sanksi terhadap dua organisasi yang dituduh terlibat kerja paksa, penyiksaan dan pembunuhan di penjara Korut.

Langkah terhadap dua lembaga yakni Biro 7 Kementerian Keamanan Negara dan Biro Koreksi Kementerian Keamanan Rakyat Korut merupakan bagian dari sanksi pertama oleh rezim hak asasi manusia (HAM) global yang baru dibentuk Inggris.

“Langkah terbaru Inggris merupakan rencana politik terang-terangan untuk meniru kebijakan Amerika Serikat (AS),” papar juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Korut.

“Kami sangat mengecam dan menolak langkah Inggris menerapkan sanksi pada lembaga-lembaga yang bertanggung jawab untuk keamanan negara kami sebagai intervensi pada masalah domestik,” ungkap Kemlu Korut.

Sanksi itu berupa pembekuan aset. Korut dan AS gagal menemukan kompromi terkait program senjata nuklir Korut atau sanksi internasional pada Pyongyang. (Lihat Infografis: Amerika Ketar-Ketir, Turki Mampu Menguji S-400 pada F-22 dan F-35)

Pernyataan terbaru Korut menegaskan kembali keberatan Pyongyang pada kebijakan AS yang dianggap bermusuhan dan demi kepentingan diri sendiri. (Lihat Video: Hari Kependudukan Dunia 2020 , Pandemi COVID-19 Mengancam Bonus Demografi)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Kasus Penganiayaan,...
Kasus Penganiayaan, Dewi Soekarno Jalani Sidang di Pengadilan Jepang
Rekomendasi
Besok Hari Asyura, Ini...
Besok Hari Asyura, Ini Doa yang Dianjurkan dan Mulai Diamalkan Malam Ini!
60 Ribu Guru Dipanggil...
60 Ribu Guru Dipanggil PPG 2026 Tahap 2, Ini Tahapan dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Biaya Medis Meningkat,...
Biaya Medis Meningkat, Allianz Ajak Pahami Pentingnya Perlindungan Kesehatan
Berita Terkini
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved