Bawa-bawa Islam, Ini Alasan Aneh Taliban Larang Perempuan Afghanistan Kuliah

Sabtu, 24 Desember 2022 - 01:01 WIB
loading...
A A A
Larangan aneh itu muncul beberapa bulan setelah Taliban meyakinkan Fox News bahwa semua warga negara memiliki hak untuk dididik di bawah pemerintahan mereka.

"Mereka berbohong," kata koresponden asing Fox News Trey Yingst pada hari Kamis selama segmen "America's Newsroom".

Pemerintah yang dipimpin Taliban mengatakan akan mencabut larangan itu setelah pejabat memperbaiki atau menyelesaikan masalah pakaian dan masalah subjek.

Pemerintah membuat janji serupa setelah melarang anak perempuan bersekolah di sekolah menengah. Para pejabat mengatakan kelas akan dilanjutkan untuk anak perempuan ketika "masalah teknis" di sekitar seragam dan transportasi disortir, tetapi anak perempuan belum kembali ke ruang kelas.

Taliban, yang oleh Direktur Intelijen Nasional AS ditetapkan sebagai kelompok teroris, tetap menjadi otoritas pemerintahan Afghanistan sejak tahun 2021, menyusul penarikan pasukan AS oleh Presiden Joe Biden dari negara itu pada bulan Agustus tahun itu.

Kelompok itu awalnya menjanjikan aturan yang lebih moderat menghormati hak untuk perempuan dan minoritas, tetapi sebagian besar telah melakukan yang sebaliknya selama tahun pertama berkuasa.

Selain larangan pendidikan, pemerintah yang dipimpin Taliban telah melarang wanita dari sebagian besar bidang pekerjaan dan memerintahkan mereka untuk mengenakan pakaian yang menutupi kepala hingga ujung kaki di depan umum.

Para wanita juga dilarang berada taman dan pusat kebugaran.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Dunia Serukan Penghentian...
Dunia Serukan Penghentian Segera Perang Afghanistan dan Pakistan
Perang Berlanjut, Pakistan...
Perang Berlanjut, Pakistan Klaim Bunuh 274 Pejuang Taliban, 400 Luka-luka
Rusia Perluas Kuota...
Rusia Perluas Kuota Kuliah Gratis, Cetak Ahli Minyak hingga IT dari Indonesia
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Berita Terkini
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Infografis
Ini Alasan Kenapa Badai...
Ini Alasan Kenapa Badai Ganas Selalu Bernama Perempuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved