Bawa-bawa Islam, Ini Alasan Aneh Taliban Larang Perempuan Afghanistan Kuliah

Sabtu, 24 Desember 2022 - 01:01 WIB
loading...
Bawa-bawa Islam, Ini...
Taliban larang perempuan Afghanistan kuliah. Salah satu alasannya yang aneh adalah karena para perempuan ambil jurusan pertanian dan teknik. Foto/REUTERS
A A A
KABUL - Taliban mengungkap alasan aneh dalam kebijakannya melarang perempuan Afghanistan kuliah di universitas.

Alasannya adalah karena para perempuan mengambil jurusan pertanian dan teknik yang, menurut kelompok berkuasa itu, bertentangan dengan Islam dan kehormatan Afghanistan.

Selain alasan utama tersebut, Taliban juga berdalih bahwa para perempuan yang kuliah secara rutin melanggar aturan pakaian.

Nida Mohammad Nadim, Menteri Pendidikan Tinggi Pemerintah Afghanistan yang dipimpin Taliban, mengatakan larangan itu diperlukan untuk menghentikan pencampuran gender di universitas.

Baca juga: Taliban Larang Perempuan Afghanistan Kuliah di Universitas

"Kami menyuruh para gadis memiliki jilbab yang tepat tetapi mereka tidak dan mereka mengenakan gaun seperti mereka akan pergi ke upacara pernikahan," katanya.

"Gadis-gadis sedang belajar pertanian dan teknik, tetapi ini tidak cocok dengan budaya Afghanistan. Gadis-gadis harus belajar, tetapi tidak di ranah yang bertentangan dengan Islam dan kehormatan Afghanistan," lanjut dia, merujuk pada jurusan pertanian dan teknik yang diambil para perempuan.

Taliban "memukul rata" dalam memberlakukan larangan ini, yakni semua perempuan wanita di seluruh negeri harus berhenti menghadiri kuliah di semua universitas swasta maupun negeri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Dunia Serukan Penghentian...
Dunia Serukan Penghentian Segera Perang Afghanistan dan Pakistan
Perang Berlanjut, Pakistan...
Perang Berlanjut, Pakistan Klaim Bunuh 274 Pejuang Taliban, 400 Luka-luka
Rusia Perluas Kuota...
Rusia Perluas Kuota Kuliah Gratis, Cetak Ahli Minyak hingga IT dari Indonesia
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
AS-Iran Lanjutkan Negosiasi...
AS-Iran Lanjutkan Negosiasi setelah Penandatanganan MoU, Bahas Program Rudal dan Nuklir
Rekomendasi
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Syarat Ruben Onsu Bisa Rebut Hak Asuh Anak dari Sarwendah
FIFA Putar Balik Aturan...
FIFA Putar Balik Aturan Aneh usai Insiden Konferensi Pers Hakimi dan Vinicius di Piala Dunia 2026
KPU Kaji Penerapan E-Voting...
KPU Kaji Penerapan E-Voting untuk Pemilu di Luar Negeri, Ini Alasannya
Berita Terkini
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Infografis
Ini Alasan Kenapa Badai...
Ini Alasan Kenapa Badai Ganas Selalu Bernama Perempuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved