AS Kecewa, Turki Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid Lagi

Sabtu, 11 Juli 2020 - 15:06 WIB
loading...
AS Kecewa, Turki Ubah...
Seorang wanita berpose di depan Hagia Sophia atau Ayasofya, setelah putusan pengadilan yang membuka jalan bagi bangunan itu dikonversi dari museum kembali menjadi masjid, di Istanbul, Turki, 10 Juli 2020. Foto/REUTERS/Murad Sezer
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengaku kecewa dengan keputusan Turki yang mengubah bangunan era Bizantium Hagia Sophia kembali menjadi masjid. Washington mendesak Ankara membuka akses bangunan kuno itu bagi semua pengunjung.

"Kami kecewa dengan keputusan pemerintah Turki mengubah status Hagia Sophia," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Morgan Ortagus.

"Kami memahami bahwa pemerintah Turki tetap berkomitmen untuk mempertahankan akses ke Hagia Sophia untuk semua pengunjung, dan berharap untuk mendengar rencananya untuk melanjutkan pengelolaan Hagia Sophia untuk memastikannya tetap dapat diakses tanpa hambatan untuk semua (orang)," ujarnya, seperti dikutip AFP, Sabtu (11/7/2020).

"Keputusan Dewan Negara Turki untuk membatalkan salah satu keputusan penting Turki modern dan keputusan Presiden Erdogan untuk menempatkan monumen di bawah pengelolaan Kepresidenan Urusan Agama sangat disesalkan," kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell dalam sebuah pernyataan. (Baca: Erdogan: Jadi Masjid, Salat Pertama di Hagia Sophia 24 Juli )

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang telah melakukan sekulerisme di negara mayoritas Muslim itu, mengumumkan umat Muslim bisa salat di Hagia Sophia—yang saat ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO—mulai 24 Juli 2020.

Pengumuman itu dibuat hanya satu jam setelah pengadilan tinggi Turki memutuskan bahwa konversi bangunan kuno menjadi museum oleh pendiri Turki modern Mustafa Kemal Ataturk adalah ilegal.

Sebagai magnet bagi wisatawan di seluruh dunia, Hagia Sophia pertama kali dibangun sebagai katedral di bawah perintah Kekaisaran Bizantium.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Menteri Israel Serukan...
Menteri Israel Serukan Penculikan dan Penyanderaan Wanita dan Pemuda Lebanon untuk Tekan Hizbullah
Kenapa Orang Amerika...
Kenapa Orang Amerika Menyebut Sepak Bola dengan Soccer? Ini Asal-Usulnya
Rekomendasi
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
BYD M6 DM Diklaim Irit...
BYD M6 DM Diklaim Irit 65 Km/Liter, Sudah Diuji 150 Km Nyaris Tanpa Minum Bensin
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved