Menlu Rusia Bantah Laporan Moskow Beri Taliban Hadiah Bunuh Tentara AS

Sabtu, 11 Juli 2020 - 04:39 WIB
loading...
Menlu Rusia Bantah Laporan...
Menlu Rusia membantan laporan Moskow memberi Taliban hadiah untuk membunuh tentara AS. Foto/Ilustrasi
A A A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia , Sergei Lavrov, membantah informasi intelijen Amerika Serikat (AS) yang menuduh Moskow menawarkan hadiah kepada Taliban untuk membunuh tentara Amerika. Ia menyebut laporan tersebut sebagai produk dari tahun politik di AS dan sebuah kebohongan.

"Ada sebuah hype di Amerika Serikat terkait spekulasi tentang dugaan hubungan antara Rusia dengan Taliban dan dugaan kami mendorong mereka untuk berperang melawan prajurit AS atau bahkan hadiah untuk kepala mereka," kata Lavrov dalam konferensi video tentang masalah kebijakan luar negeri.

"Saya hanya bisa mengatakan bahwa semuanya bergantung pada spekulasi yang tidak bermoral, dan tidak ada fakta konkret yang disampaikan," tegasnya seperti dikutip dari AP, Sabtu (11/7/2020).

Dia menuduh bahwa klaim intelijen itu dilayangkan untuk melukai pemerintahan Trump sebelum pemilu presiden AS pada November mendatang.

"Seluruh cerita sepertinya telah ditulis dan dirancang khusus untuk tujuan perjuangan politik domestik menjelang pemilihan," ujarnya.

"Sekali lagi, mereka mencoba untuk menyerang pemerintahan yang berkuasa dan mendiskreditkan semua yang dilakukannya, terutama di jalur Rusia," imbuhnya.

Lavrov mencatat bahwa Rusia menyambut baik kesepakatan damai antara AS dan Taliban pada Februari lalu yang bertujuan mengakhiri perang yang berlarut-larut di Afghanistan.

"Kami telah memberikan bantuan melalui saluran kami untuk membantu perjanjian ini berfungsi," ucap diplomat top Rusia itu.

Sebelumnya para pemimpin tinggi Pentagon mengatakan kepada Kongres AS bahwa laporan-laporan tentang Rusia menawarkan hadiah kepada gerilyawan Taliban untuk membunuh orang-orang Amerika tidak dikuatkan oleh badan-badan intelijen pertahanan, tetapi mengatakan mereka sedang mencari ke dalamnya dan AS akan menanggapi jika perlu. Menteri Pertahanan Mark Esper mengatakan bahwa ancaman itu ditanggapi dengan serius, tetapi belum ditemukan laporan yang kredibel. (Baca: Pentagon: Tidak Ada Bukti Rusia Bayar Taliban Bunuh Tentara AS )

Laporan intelijen yang menyatakan Rusia menawarkan hadiah kepada Taliban pertama kali dilaporkan oleh The New York Times, kemudian dikonfirmasi The Associated Press oleh pejabat intelijen Amerika dan pejabat lain yang mengetahui permasalahan tersebut. (Baca: NYT: Intel AS Sebut Rusia Perintahkan Pembunuhan Tentara Amerika di Afghanistan )

Para pejabat intelijen AS mengatakan informasi tentang dugaan hadiah Rusia pada para kepala pasukan di Afghanistan dimasukkan dalam laporan intelijen untuk Presiden Donald Trump pada akhir Februari. Gedung Putih telah membantah Trump menerima informasi pada waktu itu, dengan alasan bahwa intelijen itu tidak cukup kredibel untuk menarik perhatian presiden. (Baca: Soal Rusia Buru Tentara AS di Afghanistan, Trump Mengaku Tidak Diberitahu )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
Uruguay Tersingkir,...
Uruguay Tersingkir, Spanyol Juara Grup C dan Tembus Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Babak Pertama: Uruguay...
Babak Pertama: Uruguay vs Spanyol, Blunder Muslera Bawa La Furia Roja Unggul 1-0
Berita Terkini
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved