AS Bersihkan Nama Bapak Bom Atom Amerika dari Tuduhan Mata-mata Soviet

Minggu, 18 Desember 2022 - 01:27 WIB
loading...
A A A
Dalam pernyataan tertulis pada hari Jumat, Granholm menekankan bahwa langkah Komisi Energi Atom (AEC) mencabut izin keamanan Oppenheimer saat itu adalah hasil dari proses cacat yang bertentangan dengan peraturan komisi itu sendiri.

“Seiring berjalannya waktu, semakin banyak bukti yang terungkap tentang bias dan ketidakadilan proses yang dialami Dr Oppenheimer sementara bukti kesetiaan dan kecintaannya pada negara semakin ditegaskan,” kata Granholm, seperti dikutip Sputnik, Sabtu (17/12/2022).

"Dengan senang hati mengumumkan bahwa Departemen Energi telah mengosongkan keputusan Komisi Energi Atom tahun 1954 dalam masalah J Robert Oppenheimer," lanjut pernyataan Granholm.

Pada awal 1940-an, fisikawan itu memimpin Laboratorium Los Alamos yang sangat rahasia, yang didukung oleh mantan Presiden AS Franklin Roosevelt sebagai rumah Proyek Manhattan untuk membuat bom atom pertama selama Perang Dunia II.

Baca juga: Kisah Penyesalan Penemu Bom Atom AS: Saya Menjadi Maut, Penghancur Dunia
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
Berita Terkini
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Infografis
6 Fakta Buster GBU-57,...
6 Fakta Buster GBU-57, Bom Bunker AS yang Serang Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved