Banjir Dahsyat Landa Republik Demokratik Kongo, 169 Tewas
Sabtu, 17 Desember 2022 - 21:20 WIB
loading...
A
A
A
"Hari ini menandai berakhirnya tiga hari berkabung nasional untuk mengenang mereka yang meninggal," kata OCHA dalam sebuah pernyataan. "Pemerintah telah mengkonfirmasi bahwa mereka akan menyelenggarakan penguburan yang bermartabat dan aman bagi mereka yang kehilangan nyawa," lanjut pernyataan itu.
Baca: Jembatan di Kongo Langsung Runtuh Saat Pejabat Memotong Pita untuk Diresmikan
Diperkirakan 8,2 juta orang di setidaknya 20 negara berbeda di Afrika barat dan tengah terkena dampak hujan lebat dalam beberapa pekan terakhir. Pada hari Jumat, PBB memperkirakan bahwa 2,9 juta orang telah mengungsi dan lebih dari setengah juta rumah hancur.
Terletak di Sungai Kongo, Kinshasa telah melihat masuknya populasi besar dalam beberapa tahun terakhir dan banyak tempat tinggal adalah rumah-rumah kumuh yang dibangun di lereng rawan banjir kota yang menderita drainase dan saluran pembuangan yang tidak memadai. Laporan media tentang banjir awal pekan ini menunjukkan air berlumpur membanjiri seluruh lingkungan.
“Kami belum pernah melihat banjir sebesar ini di sini,” kata Blanchard Mvubu, seorang warga Mont-Ngafula. “Saya sedang tidur, dan saya bisa merasakan air di dalam rumah, ini bencana. Kami telah kehilangan semua harta benda kami di rumah, tidak ada yang bisa diselamatkan," lanjutnya.
Baca: Jembatan di Kongo Langsung Runtuh Saat Pejabat Memotong Pita untuk Diresmikan
Diperkirakan 8,2 juta orang di setidaknya 20 negara berbeda di Afrika barat dan tengah terkena dampak hujan lebat dalam beberapa pekan terakhir. Pada hari Jumat, PBB memperkirakan bahwa 2,9 juta orang telah mengungsi dan lebih dari setengah juta rumah hancur.
Terletak di Sungai Kongo, Kinshasa telah melihat masuknya populasi besar dalam beberapa tahun terakhir dan banyak tempat tinggal adalah rumah-rumah kumuh yang dibangun di lereng rawan banjir kota yang menderita drainase dan saluran pembuangan yang tidak memadai. Laporan media tentang banjir awal pekan ini menunjukkan air berlumpur membanjiri seluruh lingkungan.
“Kami belum pernah melihat banjir sebesar ini di sini,” kata Blanchard Mvubu, seorang warga Mont-Ngafula. “Saya sedang tidur, dan saya bisa merasakan air di dalam rumah, ini bencana. Kami telah kehilangan semua harta benda kami di rumah, tidak ada yang bisa diselamatkan," lanjutnya.
Lihat Juga :