Sekjen PBB: Jika Bantuan Dihentikan, Warga Suriah Hadapi Musim Dingin Mengerikan

Jum'at, 16 Desember 2022 - 06:00 WIB
loading...
Sekjen PBB: Jika Bantuan...
Sekjen PBB: Jika Bantuan Dihentikan, Warga Suriah Hadapi Musim Dingin Mengerikan. FOTO/Reuters
A A A
DAMASKUS - Sekjen PBB Antonio Guterres memperingatkan dalam sebuah laporan baru, bahwa situasi kemanusiaan di Suriah yang sudah mengerikan di Suriah semakin memburuk dan jika pengiriman bantuan dari Turki ke barat laut yang dikuasai pemberontak tidak diperbarui bulan depan.

Menurutnya, jika itu terjadi, maka jutaan warga Suriah mungkin tidak dapat bertahan melewati musim dingin. Guterres mengatakan dalam laporan kepada Dewan Keamanan PBB yang diperoleh Associated Press awal pekan ini, bahwa bantuan lintas batas ke barat laut tetap menjadi "bagian tak terpisahkan" dari operasi kemanusiaan untuk menjangkau semua orang yang membutuhkan.

Baca: Erdogan Minta Putin Bangun Koridor Keamanan di Suriah

Pengiriman melintasi garis konflik di dalam negeri, yang ditekankan oleh sekutu dekat Suriah, Rusia, telah meningkat. Namun, Guterres mengatakan, mereka tidak dapat menggantikan “ukuran atau ruang lingkup operasi besar-besaran lintas batas PBB.”

Rusia juga telah mendorong proyek pemulihan awal di Suriah dan Guterres mengatakan setidaknya 374 proyek telah terjadi di seluruh negeri sejak Januari, yang secara langsung menguntungkan lebih dari 665.000 orang, tetapi dia mengatakan diperlukan "perluasan lebih lanjut".

Dewan Keamanan PBB meminta laporan dari Sekretaris Jenderal tentang kebutuhan kemanusiaan Suriah dalam resolusi Juli yang memperpanjang pengiriman makanan, obat-obatan, dan bantuan lain yang sangat dibutuhkan melalui penyeberangan Bab Al-Hawa dari Turkiye ke barat laut Idlib selama enam bulan hingga 11 Januari.

“Sangat mendesak Bab Al-Hawa untuk tetap terbuka untuk bantuan PBB,” kata Guterres. Ia memperingatkan bahwa penghentian pengiriman lintas batas di tengah bulan-bulan musim dingin akan berisiko meninggalkan jutaan warga Suriah tanpa bantuan yang diperlukan untuk bertahan dalam kondisi cuaca yang buruk.

Baca: Pasukan AS Tewaskan Dua Pentolan ISIS dalam Serangan di Suriah

Menurut Guterres, bantuan lintas batas "tetap menjadi jalur kehidupan bagi jutaan orang" dan pembaharuan resolusi Dewan Keamanan yang mengesahkan pengiriman lanjutan tidak hanya "kritis" tetapi "keharusan moral dan kemanusiaan."

Menurut laporannya, 7,5 juta orang tinggal di daerah yang tidak berada di bawah kendali pemerintah Suriah, terutama di seberang utara dengan sejumlah kecil di Rukban di tenggara, dan 6,8 juta di antaranya membutuhkan bantuan kemanusiaan karena permusuhan dan perpindahan yang meluas.

“Secara lebih luas, setelah 11 tahun konflik, negara ini masih memiliki jumlah pengungsi internal terbesar di dunia, mendorong salah satu krisis pengungsi terbesar di dunia, dan situasi kemanusiaan terus memburuk,” ujar Guterres.

Baca: UE Kecam Rezim Suriah karena Gunakan Senjata Kimia pada Warga Sipil

Menurutnya, situasi yang sudah mengerikan ini diperparah dengan penyebaran kolera di seluruh negeri, pandemi COVID-19, ekonomi dan iklim yang memburuk, serta guncangan lain yang disebabkan oleh manusia.

“Akibat dari tantangan tersebut, pada tahun 2023, sekitar 15,3 juta orang dari total populasi 22,1 juta diperkirakan membutuhkan bantuan kemanusiaan, dibandingkan dengan 14,6 juta orang pada tahun 2022,” kata Sekjen. “Ini adalah tingkat tertinggi orang yang membutuhkan sejak awal konflik pada tahun 2011.” lanjutnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Israel dan Rusia Masuk...
Israel dan Rusia Masuk Blacklist PBB terkait Kekerasan Seksual dalam Konflik, Zionis Murka
Kepala FSB Rusia: Barat...
Kepala FSB Rusia: Barat akan Kerahkan ISIS Suriah dalam Perang Melawan Iran
Seluruh Tentara AS Hengkang...
Seluruh Tentara AS Hengkang setelah 10 Tahun Bercokol di Suriah
Iran Surati Sekjen PBB:...
Iran Surati Sekjen PBB: Seluruh Pangkalan AS di Timur Tengah Jadi Target Sah!
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Iran Beberkan Alasan...
Iran Beberkan Alasan Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Singgung Trump
Rekomendasi
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Cerita Nurma, dari Belajar...
Cerita Nurma, dari Belajar di Perpustakaan hingga Malam Kini Bisa Kuliah Gratis di UGM
Kolombia Pecundangi...
Kolombia Pecundangi RD Kongo, Daniel Munoz Cetak Gol Penentu Kemenangan
Berita Terkini
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Infografis
Akibat Naik 5 hingga...
Akibat Naik 5 hingga Kali Lipat, Ratusan Warga Tolak Bayar PBB
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved