Australia Batasi Jumlah Warga yang Kembali dari Luar Negeri

Jum'at, 10 Juli 2020 - 17:14 WIB
loading...
Australia Batasi Jumlah...
Petugas membersihkan fasilitas umum di Melbourne, Australia. Foto/REUTERS
A A A
MELBOURNE - Australia akan membatasi jumlah warga yang diizinkan kembali dari luar negeri setiap pekan. Pembatasan itu dilakukan saat otoritas kesulitan menangani wabah Covid-19 di Victoria.

Negara bagian Victoria melaporkan 288 kasus baru pada Jumat (10/7), peningkatan harian tertinggi dari wilayah lain di Australia. Peningkatan kasus ini memicu kekhawatiran gelombang penyebaran komunitas saat sebagian besar kasus berasal dari para pelancong yang kembali dari luar negeri.

“Kabar dari Victoria masih sangat mengkhawatirkan,” kata Perdana Menteri (PM) Scott Morrison di Canberra.

Sejak Maret, Australia hanya mengizinkan warga negara dan penduduk tetap untuk masuk ke negara itu dengan sekitar 357.000 orang telah kembali hingga sekarang.

Australia sekarang akan membatasi maksimal 4.175 orang yang diizinkan kembali setiap pekan dan mereka yang kembali harus membayar untuk kewajiban karantina 14 hari di hotel. Saat ini biaya karantina masih dibayar oleh pemerintah negara bagian.

“Keputusan yang kami ambil untuk memastikan bahwa kita dapat fokus pada sumber daya yang ada untuk tes dan pelacakan serta tidak mengalihkan sumber daya ke hal lain,” ujar Morrison. (Lihat Infografis: Pesawat-Pesawat Canggih yang Masuk Daftar Beli Indonesia)

Negara tetangga Selandia Baru juga menerapkan langkah untuk membatasi jumlah warga yang kembali dari luar negeri. Langkah ini untuk mengurangi beban di sejumlah fasilitas karantina yang sudah kelebihan daya tampung.

Pengumuman tentang pembatasan baru itu dilakukan setelah Victoria menerapkan kembali lockdown di Melbourne selama enam pekan setelah terjadi peningkatan kasus corona. (Lihat Video: Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Rusia Sebut Tetangga...
Rusia Sebut Tetangga Indonesia Ini Bisa Menjadi Markas Senjata Nuklir AS
Inilah Aktivis Australia...
Inilah Aktivis Australia yang Mengalami Pelecehan Seks oleh Pasukan Israel saat Misi GSF
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini Gabung Aliansi 40 Negara untuk Misi Pasca-perang di Selat Hormuz
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Ledakan di China Selatan...
Ledakan di China Selatan tewaskan Setidaknya 7 Orang
AS Ancam Serang Infrastruktur...
AS Ancam Serang Infrastruktur Iran, Presiden Pezeshkian: Mereka Putus Asa!
Rekomendasi
Diperiksa Terkait Kasus...
Diperiksa Terkait Kasus Hanania Travel, Cut Meyriska dan Roger Danuarta Serahkan Bukti ke Polisi
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved