Bos NATO: Kepercayaan antara Barat dan Rusia Telah Hancur!
Selasa, 13 Desember 2022 - 09:47 WIB
loading...
A
A
A
Rusia bersikeras bahwa tujuannya adalah untuk "membebaskan" wilayah Donetsk dan Luhansk di Ukraina timur dan Kherson dan Zaporizhzhia di Ukraina selatan yang secara sepihak dicaplok Rusia setelah referendum pada Oktober lalu.
Ukraina juga tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti menyerang balik, terutama karena mencoba membangun momentum yang memungkinkannya membebaskan sebagian Kharkiv di timur laut dan Kherson di selatan dan membuat kemajuan perangnya di wilayah timur.
Stoltenberg bersikeras bahwa perang bisa berhenti kapan saja jika Rusia memilih untuk mengakhiri permusuhan.
“Mereka [Rusia] dapat melakukan seperti yang telah dilakukan banyak negara Eropa lainnya sejak akhir Perang Dunia II, mereka dapat memilih perdamaian, memilih kerja sama, memilih untuk mempercayai tetangga mereka alih-alih selalu agresif dan mengancam tetangga seperti yang telah dilakukan Rusia dan sekali lagi melawan Georgia, melawan Ukraina," paparnya.
Ukraina juga tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti menyerang balik, terutama karena mencoba membangun momentum yang memungkinkannya membebaskan sebagian Kharkiv di timur laut dan Kherson di selatan dan membuat kemajuan perangnya di wilayah timur.
Stoltenberg bersikeras bahwa perang bisa berhenti kapan saja jika Rusia memilih untuk mengakhiri permusuhan.
“Mereka [Rusia] dapat melakukan seperti yang telah dilakukan banyak negara Eropa lainnya sejak akhir Perang Dunia II, mereka dapat memilih perdamaian, memilih kerja sama, memilih untuk mempercayai tetangga mereka alih-alih selalu agresif dan mengancam tetangga seperti yang telah dilakukan Rusia dan sekali lagi melawan Georgia, melawan Ukraina," paparnya.
(min)
Lihat Juga :