Bos NATO: Kepercayaan antara Barat dan Rusia Telah Hancur!

Selasa, 13 Desember 2022 - 09:47 WIB
loading...
Bos NATO: Kepercayaan...
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg sebut kepercayaan antara Barat dan Rusia telah dihancurkan Moskow dengan menginvasi Ukraina. Foto/REUTERS
A A A
BRUSSELS - Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan kepercayaan yang telah dibangun antara negara-negara Barat dan Rusia dalam beberapa dekade terakhir telah hancur.

Menurutnya, kehancuran itu disebabkan oleh keputusan Moskow menginvasi Ukraina.

“NATO berusaha selama beberapa dekade untuk mengembangkan hubungan yang lebih baik dan lebih konstruktif dengan Rusia,” kata bos NATO tersebut kepada Hadley Gamble dari CNBC di Brussels pada hari Senin.

Baca juga: Rusia Gempur Ukraina dengan Amunisi Tua, Diduga Stok Senjatanya Menipis

“Setelah berakhirnya Perang Dingin kami mendirikan lembaga [seperti] Dewan NATO-Rusia, ketika saya menjadi perdana menteri Norwegia, saya ingat bahwa Presiden [Rusia Vladimir] Putin menghadiri KTT NATO... jadi ini adalah waktu yang berbeda ketika kami bekerja untuk hubungan yang lebih baik. Rusia telah meninggalkan semua ini,” katanya, yang dilansir Selasa (13/12/2022).

“Bahkan jika pertempuran berakhir, kami tidak akan kembali ke hubungan yang normal, bersahabat, dengan Rusia. Kepercayaan telah dihancurkan,” katanya.

“Saya pikir perang memiliki konsekuensi jangka panjang bagi hubungan dengan Rusia," lanjut dia.

Komentar Stoltenberg datang ketika perang Rusia di Ukraina tidak menunjukkan tanda-tanda melambat selama periode musim dingin, meskipun ada ekspektasi di antara beberapa analis Barat bahwa baik Ukraina maupun Rusia dapat mencari jeda dalam pertempuran untuk mengumpulkan kembali kekuatannya sebelum perang berlanjut pada musim semi.

Alih-alih terjadi jeda pertempuran, perang sengit justru berkecamuk di Ukraina timur. Serangan rudal dan pesawat tak berawak Rusia terus mengganggu desa-desa Ukraina di selatan dan timur negara itu.

Baca juga: Sekjen NATO Khawatir Perang Ukraina Bisa Menjadi Konflik yang Lebih Luas

Rusia juga terus menggempur infrastruktur energi Ukraina dengan konsekuensi yang menghancurkan bagi warga sipil. Sebagai contoh, serangan drone pada hari Sabtu pekan lalu menyebabkan 1,5 juta orang di kota pelabuhan Odesa hidup tanpa listrik.

Presiden Putin pada pekan lalu memberi isyarat bahwa pasukan Rusia terlibat dalam perang jangka panjang. Menurutnya, apa yang dia sebut sebagai "operasi militer khusus" bisa menjadi proses yang panjang.

Rusia bersikeras bahwa tujuannya adalah untuk "membebaskan" wilayah Donetsk dan Luhansk di Ukraina timur dan Kherson dan Zaporizhzhia di Ukraina selatan yang secara sepihak dicaplok Rusia setelah referendum pada Oktober lalu.

Ukraina juga tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti menyerang balik, terutama karena mencoba membangun momentum yang memungkinkannya membebaskan sebagian Kharkiv di timur laut dan Kherson di selatan dan membuat kemajuan perangnya di wilayah timur.

Stoltenberg bersikeras bahwa perang bisa berhenti kapan saja jika Rusia memilih untuk mengakhiri permusuhan.

“Mereka [Rusia] dapat melakukan seperti yang telah dilakukan banyak negara Eropa lainnya sejak akhir Perang Dunia II, mereka dapat memilih perdamaian, memilih kerja sama, memilih untuk mempercayai tetangga mereka alih-alih selalu agresif dan mengancam tetangga seperti yang telah dilakukan Rusia dan sekali lagi melawan Georgia, melawan Ukraina," paparnya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Menteri Israel Serukan...
Menteri Israel Serukan Penculikan dan Penyanderaan Wanita dan Pemuda Lebanon untuk Tekan Hizbullah
Jet Tempur F/A-18 Hornet...
Jet Tempur F/A-18 Hornet AS Tabrak Gunung, Picu Kebakaran Hutan
Rekomendasi
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Nikahi Jennifer Coppen,...
Nikahi Jennifer Coppen, Justin Hubner Berikan Mahar 12 Gram Emas dan Uang 2.026 Euro
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Berita Terkini
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved