Uni Eropa: Senjata Diberikan ke Ukraina, Stok Militer Kami Habis

Senin, 12 Desember 2022 - 19:08 WIB
loading...
Uni Eropa: Senjata Diberikan...
Kepala Kebijakan Luar Negeri Eropa Josep Borrell sebut stok militer blok Eropa habis karena memberikan banyak senjata kepada Ukraina. Foto/REUTERS
A A A
BRUSSELS - Kepala Kebijakan Luar Negeri Eropa Josep Borrell mengakui kemampuan pertahanan blok Eropa sedang bermasalah karena memberikan banyak persenjataan kepada Ukraina perang untuk melawan invasi Rusia .

Dalam sebuah pernyataan pada Minggu malam, Borrell menyerukan seluruh negara blok tersebut untuk melakukan lebih banyak pekerjaan dan kerja sama pada keamanan dan pertahanan.

"Perang ini juga menjadi peringatan bagi kita semua tentang kemampuan militer kami. Kami telah memberikan senjata ke Ukraina, tetapi dengan melakukan itu, kami menyadari bahwa persediaan militer kami telah habis," katanya, seperti dikutip The Guardian, Senin (2/2/2022).

Baca juga: Lawan Drone Rusia, AS Janji Perkuat Pertahanan Udara Ukraina

"Dengan kembalinya perang konvensional ke jantung Eropa, kami juga menyadari bahwa kami kekurangan kemampuan pertahanan kritis, untuk dapat melindungi diri kami sendiri dari tingkat ancaman yang lebih tinggi di benua Eropa itu sendiri," paparnya.

Borrell juga mengutip data dari Badan Pertahanan Uni Eropa yang menunjukkan orang Eropa membelanjakan lebih banyak untuk pertahanan.

"Orang Eropa jelas meningkatkan pengeluaran dan kemampuan pertahanan mereka...Ini sangat dibutuhkan," ujarnya.

"Karena kita ingin terus mendukung Ukraina, kita harus berinvestasi lebih banyak bersama untuk mempersiapkan tentara Eropa [untuk] menghadapi dunia yang lebih berbahaya," imbuh dia.

Dalam pernyataan terpisah, Borrell menambahkan: "Implementasi telah maju tetapi sekarang kami perlu mempercepat mobilisasi sumber daya kami sebagai Tim Eropa."

"Tahun 2023 akan menjadi ujian kredibilitas bagi Uni Eropa sebagai kekuatan global. Mari kita sampaikan, bersama-sama," katanya.

“Sekarang kita juga harus membelanjakan lebih baik dan lebih banyak bekerja sama,” imbuh dia. "Ancaman yang kita hadapi nyata, dekat, dan kemungkinan besar akan menjadi lebih buruk.”
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Trump: Kemampuan Militer...
Trump: Kemampuan Militer Iran Jauh Melemah
Rekomendasi
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Ungguli Australia 2-0 di Babak Pertama
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Berita Terkini
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved