Menhan Malaysia: Proyek Kapal Perang Dilanjutkan, Tetapi Harus Ditinjau Ulang

Sabtu, 10 Desember 2022 - 19:35 WIB
loading...
Menhan Malaysia: Proyek...
Menhan Malaysia: Proyek Kapal Perang Dilanjutkan, Tetapi Harus Ditinjau Ulang. FOTO/Bernama
A A A
PUTRAJAYA - Proyek kapal perang Malaysia akan dilanjutkan, tetapi harus ditinjau ulang. Hal itu diungkapkan Menteri Pertahanan Malaysia , Mohamad Hasan, Sabtu (10/12).

Hasan mengatakan, dia perlu diberi pengarahan segera untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang proyek Littoral Combat Ship (LCS) bernilai miliaran ringgit yang sempat tertunda.

Baca: Malaysia Kutuk Keras Serangan Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar

“Saya akan mendapatkan pengarahan dari pihak-pihak terkait sehingga saya memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang latar belakang dan isu yang terlibat,” kata Hasan, seperti dikutip dari Channel News Asia.

"Kami akan pastikan kapal itu dibangun, tidak ada gunanya bicara sejarah. Itu penting karena (proyek LCS) merupakan aset strategis Angkatan Bersenjata Malaysia," lanjutnya.

Mohamad Hasan menambahkan, dia akan bekerja sama dengan pimpinan kementerian untuk memastikan fregat dibangun dan dikirimkan. "Saya akan meminta pemerintah untuk mempelajarinya dengan baik dan kami akan memastikan kapal ini dibangun dan diselesaikan dengan sebaik mungkin," tambah Hasan.

Baca: Kabinet Baru Malaysia Diumumkan, Anwar Rangkap Jabatan Jadi Menkeu

Pada bulan Agustus tahun ini, Komite Akun Publik (PAC) parlemen Malaysia mengajukan laporan tentang pengadaan kapal kombatan pesisir, dua tahun setelah memulai penyelidikan atas kontrak RM9,13 miliar (USD2,05 miliar).

Panitia mengatakan, proyek untuk membangun enam kapal diberikan oleh Kementerian Pertahanan kepada Galangan Kapal Angkatan Laut Boustead melalui negosiasi langsung, dan pemerintah telah membayar RM6,08 miliar atau 66,65 persen dari biaya sejauh ini.

“Namun, satu kapal LCS pun belum diserahkan. Menurut timeline kami, lima kapal LCS seharusnya sudah selesai dan diserahkan kepada kami pada Agustus 2022,” kata Ketua PAC dan MP Ipoh Timor Wong Kah Woh.

Baca: Polisi Malaysia akan Menyita Motor yang Menggunakan Ban Cacing

Masalah ini pertama kali menarik perhatian publik pada Agustus 2020 saat penyampaian laporan auditor jenderal tahun 2019 di parlemen. Secara keseluruhan, PAC mengadakan sembilan putaran persidangan dari November 2020 hingga Maret 2022.

Di antara mereka yang dipanggil ke persidangan adalah mantan Menteri Pertahanan Ahmad Zahid Hamidi, Menteri Pertahanan saat itu Hishammuddin Hussein yang juga menjabat dari Mei 2013 hingga Mei 2018, mantan kepala angkatan laut Laksamana Abdul Aziz Jaafar dan pejabat dari anak perusahaan Boustead.

Mantan perdana menteri Najib Razak, yang merupakan pendahulu Ahmad Zahid di portofolio pertahanan, juga dikaitkan dengan skandal tersebut.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Iran Klaim Tembakkan...
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Kunjungi Indonesia,...
Kunjungi Indonesia, Menlu Malaysia Fokus Kerja Sama Atasi Guncangan Eksternal
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Kawal Dana RT Rp25 Juta,...
Kawal Dana RT Rp25 Juta, Wali Kota Agustina Pastikan Pengurus Lingkungan Didampingi Total
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved