Mengenal 'Merchant of Death' Rusia yang Ditukar dengan Tahanan asal AS

Jum'at, 09 Desember 2022 - 15:05 WIB
loading...
A A A
Terkenal karena menjual senjata kepada pihak-pihak di kedua sisi yang berkonflik, Bout berada di radar dinas intelijen AS dan selama bertahun-tahun berada di bawah berbagai sanksi, meskipun sebagian besar berhasil "bersembunyi di depan mata".

Keberuntungan Bout akhirnya berubah ketika dia ditangkap di Thailand pada 2008 sebagai bagian dari operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh polisi Thailand, AS, dan Interpol. Dia diekstradisi ke AS dua tahun kemudian.

Bout selalu mempertahankan ketidakbersalahannya dan membantah klaim bahwa dia menggunakan bisnis kargo udaranya untuk penyelundupan senjata. Dia juga menyangkal tuduhan memiliki hubungan dengan dinas intelijen Rusia.

Kembalinya Bout ke Rusia pada hari Kamis dipuji oleh sejumlah pejabat tinggi pemerintah, termasuk wakil Duma Negara Leonid Slutsky, yang menyebut penangkapan Bout "benar-benar ilegal" dan bersumpah untuk merayakan kembalinya pedagang senjata itu ke "tanah air" dengan mengundangnya ke menghadiri sesi khusus Duma Negara Rusia.

“Victor dengan berani dan tabah menanggung semua cobaan dan kesengsaraan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dia hadapi di ruang bawah tanah Amerika itu. Kami menantikan kepulangannya...Kami tidak meninggalkan milik kami sendiri,” tulis Slutsky di Telegram, seperti dikutip The Moscow Times, Jumat (9/12/2022).
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Nyaris Telanjang, Ivana...
Nyaris Telanjang, Ivana Knoll Bikin Gempar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved