Cabut Isolasi, Selandia Baru Klaim Bisa Hentikan Corona
Selasa, 28 April 2020 - 07:30 WIB
loading...
A
A
A
Lebih dari sejuta warga Australia telah mengunduh aplikasi kontak Covid-19 yang dirancang untuk mempermudah petugas kesehatan dan pemerintah dalam melacak suspect dan pasien Covid-19. Australia merupakan salah satu negara yang sukses menanggulangi Covid-19 dengan angka kematian 83 orang dari 6.700 pasien.
Keberhasilan Australia tidak terlepas dari pemeriksaan yang sangat ketat di perbatasan, pengawasan pergerakan warga di tempat umum, dan kebijakan isolasi diri di rumah. Angka infeksi juga menurun dari 25% pada Maret menjadi 1% pada April.
Menteri Kesehatan (Menkes) Greg Hunt mengatakan, sekitar 1,13 juta warga Australia juga mengunduh aplikasi CovidSafe sampai 27 April atau hampir 4,5% dari total penduduk Australia. "Satu juta di antaranya mengunduh pada hari pertama peluncuran," ujar Hunt. "Kami berharap semua warga Australia dapat mengunduh aplikasi itu untuk memudahkan kami dalam mengendalikan Covid-19, terutama mereka yang kemungkinan terekspos virus."
Berdasarkan jajak pendapat, popularitas Perdana Menteri Australia Scott Morrison telah meroket tahun ini atau mencapai hingga 68%. Hal itu tidak terlepas dari kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Morrison selama wabah Covid-19 menyerang Negeri Kanguru.
Salah satu kebijakan Morrison ialah memangkas PDB negara sebesar 10% untuk membantu perusahaan bertahan hidup di tengah wabah Covid-19 sehingga diharapkan tidak terjadi PHK massal atau berita miring lainnya. Sebab, tanpa subsidi, sedikit perusahaan Australia yang dapat bertahan hidup. "Saya yakin angka pengangguran akan mencapai 17% pada bulan Juni jika dana itu tidak dibagikan kepada masyarakat," kata ahli ekonomi Bill Evans.
Saat ini, perusahaan-perusahaan di Australia juga berupaya melobi pemerintah untuk memperlonggar lockdown sehingga roda produksi dan bisnis dapat kembali berputar. Dewan Bisnis Australia menyatakan Australia akan menelan kerugian hingga AUD400 miliar jika lockdown berjalan selama enam bulan. Bank Sentral Australia juga memperingatkan Australia akan mengalami kontraksi ekonomi terbesar sejak 1930-an.
Output nasional diperkirakan akan turun sekitar 10% pada kuartal pertama (Q1) 2020 dengan angka pengangguran sekitar 10% pada Juni. Negara bagian Queensland dan Western Australia berencana memperlonggar lockdown pada pekan ini. Western Australia akan membolehkan kerumunan 10 orang di dalam dan di luar ruangan, sedangkan Queensland akan mengizinkan piknik dan berkendara hingga 50 kilometer dari rumah. Queensland juga akan membuka kembali taman. (Muh Shamil)
Keberhasilan Australia tidak terlepas dari pemeriksaan yang sangat ketat di perbatasan, pengawasan pergerakan warga di tempat umum, dan kebijakan isolasi diri di rumah. Angka infeksi juga menurun dari 25% pada Maret menjadi 1% pada April.
Menteri Kesehatan (Menkes) Greg Hunt mengatakan, sekitar 1,13 juta warga Australia juga mengunduh aplikasi CovidSafe sampai 27 April atau hampir 4,5% dari total penduduk Australia. "Satu juta di antaranya mengunduh pada hari pertama peluncuran," ujar Hunt. "Kami berharap semua warga Australia dapat mengunduh aplikasi itu untuk memudahkan kami dalam mengendalikan Covid-19, terutama mereka yang kemungkinan terekspos virus."
Berdasarkan jajak pendapat, popularitas Perdana Menteri Australia Scott Morrison telah meroket tahun ini atau mencapai hingga 68%. Hal itu tidak terlepas dari kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Morrison selama wabah Covid-19 menyerang Negeri Kanguru.
Salah satu kebijakan Morrison ialah memangkas PDB negara sebesar 10% untuk membantu perusahaan bertahan hidup di tengah wabah Covid-19 sehingga diharapkan tidak terjadi PHK massal atau berita miring lainnya. Sebab, tanpa subsidi, sedikit perusahaan Australia yang dapat bertahan hidup. "Saya yakin angka pengangguran akan mencapai 17% pada bulan Juni jika dana itu tidak dibagikan kepada masyarakat," kata ahli ekonomi Bill Evans.
Saat ini, perusahaan-perusahaan di Australia juga berupaya melobi pemerintah untuk memperlonggar lockdown sehingga roda produksi dan bisnis dapat kembali berputar. Dewan Bisnis Australia menyatakan Australia akan menelan kerugian hingga AUD400 miliar jika lockdown berjalan selama enam bulan. Bank Sentral Australia juga memperingatkan Australia akan mengalami kontraksi ekonomi terbesar sejak 1930-an.
Output nasional diperkirakan akan turun sekitar 10% pada kuartal pertama (Q1) 2020 dengan angka pengangguran sekitar 10% pada Juni. Negara bagian Queensland dan Western Australia berencana memperlonggar lockdown pada pekan ini. Western Australia akan membolehkan kerumunan 10 orang di dalam dan di luar ruangan, sedangkan Queensland akan mengizinkan piknik dan berkendara hingga 50 kilometer dari rumah. Queensland juga akan membuka kembali taman. (Muh Shamil)
(ysw)
Lihat Juga :