Anwar Ibrahim pada Muhyiddin: Jangan Tantang Saya!
Rabu, 07 Desember 2022 - 08:10 WIB
loading...
Anwar Ibrahim pada Muhyiddin: Jangan Tantang Saya!. FOTO/CNA
A
A
A
KUALA LUMPUR - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim telah memperingatkan pendahulunya, Muhyiddin Yassin , agar tidak menantangnya untuk mengungkapkan dugaan pelanggaran prosedural dalam pemberian kontrak pemerintah saat Muhyiddin terakhir menjabat.
Anwar menanggapi pernyataan Muhyiddin, yang pada Senin (5/12/2022), mengaku tidak takut untuk diselidiki setelah laporan polisi diajukan terhadapnya karena diduga menggelapkan dana pemerintah sebesar RM600 miliar (USD137 miliar) yang dimaksudkan untuk mengelola penanganan pandemi COVID- 19 selama masa jabatannya sebagai perdana menteri.
Baca: Anwar Ibrahim Pastikan Para Menteri Setuju Gajinya Dipotong 20 Persen
"Saya ingin mengingatkan Muhyiddin untuk tidak menantang (saya) karena terbukti ada proses dan prosedur yang tidak diikuti," tegas Anwar, dikutip oleh Malay Mail, Selasa (6/12/2022).
Anwar juga menyatakan, ada "puluhan miliar" ringgit yang dialokasikan oleh pemerintah Muhyiddin yang telah melanggar aturan dan prosedur yang ada. Bahkan, ada perusahaan dengan kepentingan pribadi yang melibatkan hubungan keluarga. Namun, Anwar tidak merinci perusahaan dan sifat bisnis yang mereka geluti.
Anwar menanggapi pernyataan Muhyiddin, yang pada Senin (5/12/2022), mengaku tidak takut untuk diselidiki setelah laporan polisi diajukan terhadapnya karena diduga menggelapkan dana pemerintah sebesar RM600 miliar (USD137 miliar) yang dimaksudkan untuk mengelola penanganan pandemi COVID- 19 selama masa jabatannya sebagai perdana menteri.
Baca: Anwar Ibrahim Pastikan Para Menteri Setuju Gajinya Dipotong 20 Persen
"Saya ingin mengingatkan Muhyiddin untuk tidak menantang (saya) karena terbukti ada proses dan prosedur yang tidak diikuti," tegas Anwar, dikutip oleh Malay Mail, Selasa (6/12/2022).
Anwar juga menyatakan, ada "puluhan miliar" ringgit yang dialokasikan oleh pemerintah Muhyiddin yang telah melanggar aturan dan prosedur yang ada. Bahkan, ada perusahaan dengan kepentingan pribadi yang melibatkan hubungan keluarga. Namun, Anwar tidak merinci perusahaan dan sifat bisnis yang mereka geluti.
Lihat Juga :