WHO: Kemungkinan Virus Corona Menyebar di Udara Dalam Ruangan
Jum'at, 10 Juli 2020 - 03:33 WIB
loading...
A
A
A
"Penularan melalui udara khususnya di lokasi dalam ruangan tertentu, seperti ruang yang penuh sesak dan tidak berventilasi selama periode waktu yang lama dengan orang yang terinfeksi tidak dapat dikesampingkan,” kata WHO seperti dikutip dari AP, Jumat (10/7/2020).
Namun, para pejabat juga menunjukkan bahwa mode penularan lain - seperti permukaan yang terkontaminasi atau kontak dekat antara orang-orang di lingkungan dalam ruangan seperti itu - mungkin juga telah menjelaskan penyebaran penyakit tersebut. (Baca: Ternyata Corona Bisa Menyebar di Udara, Masker Wajib Dipakai )
WHO juga mengakui penularan Covid-19 melalui orang-orang yang tidak menunjukkan gejala, sebuah fenomena yang telah lama diremehkan oleh organisasi ini.
WHO telah berulang kali mengatakan bahwa penularan semacam itu “jarang” meskipun ada konsensus yang berkembang di antara para ilmuwan secara global bahwa penyebaran tanpa gejala kemungkinan menyumbang jumlah penularan yang signifikan. Badan itu mengatakan bahwa sebagian besar penyebaran adalah melalui tetesan dari orang yang terinfeksi yang batuk atau bersin, tetapi menambahkan bahwa orang tanpa gejala juga mampu menularkan penyakit.
“Sejauh mana tingkat penularan tanpa gejala di masyarakat masih belum diketahui,” kata WHO.
Namun, para pejabat juga menunjukkan bahwa mode penularan lain - seperti permukaan yang terkontaminasi atau kontak dekat antara orang-orang di lingkungan dalam ruangan seperti itu - mungkin juga telah menjelaskan penyebaran penyakit tersebut. (Baca: Ternyata Corona Bisa Menyebar di Udara, Masker Wajib Dipakai )
WHO juga mengakui penularan Covid-19 melalui orang-orang yang tidak menunjukkan gejala, sebuah fenomena yang telah lama diremehkan oleh organisasi ini.
WHO telah berulang kali mengatakan bahwa penularan semacam itu “jarang” meskipun ada konsensus yang berkembang di antara para ilmuwan secara global bahwa penyebaran tanpa gejala kemungkinan menyumbang jumlah penularan yang signifikan. Badan itu mengatakan bahwa sebagian besar penyebaran adalah melalui tetesan dari orang yang terinfeksi yang batuk atau bersin, tetapi menambahkan bahwa orang tanpa gejala juga mampu menularkan penyakit.
“Sejauh mana tingkat penularan tanpa gejala di masyarakat masih belum diketahui,” kata WHO.
(ber)
Lihat Juga :