Melanggar HAM, AS Sanksi Pejabat China

Jum'at, 10 Juli 2020 - 00:07 WIB
loading...
Melanggar HAM, AS Sanksi...
AS menjatuhkan sanksi kepada pejabat China karena melakukan pelanggaran HAM terhadap Muslim Uighur. Foto/Eurasianet
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi terhadap para pejabat China , termasuk anggota Politbiro negara itu. AS menuding mereka telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) serius terhadap minoritas Muslim Uighur .

Sanksi tersebut dikenakan berdasarkan Global Magnitsky Act, undang-undang federal yang memungkinkan pemerintah AS untuk menargetkan pelanggar hak asasi manusia di seluruh dunia dengan membekukan aset mereka di AS, larangan bepergian ke AS, dan larangan warga Amerika berbisnis dengan mereka.

Sanksi itu dijatuhkan pada Sekretaris Partai Komunis wilayah Xinjiang Chen Quanguo, anggota politbiro kuat China; Zhu Hailun, mantan wakil sekretaris partai di wilayah tersebut; Wang Mingshan, direktur dan sekretaris Partai Komunis Biro Keamanan Umum Xinjiang; dan mantan sekretaris partai dari biro Huo Liujun.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam sebuah pernyataan mengatakan ia juga memberlakukan pembatasan visa lebih lanjut pada Chen, Zhu, dan Wang, yang melarang mereka dan keluarga dekatnya ke Amerika Serikat.

Departemen Keuangan AS mengatakan bahwa Chen, pejabat China berpangkat paling tinggi yang terkena sanksi, menerapkan program pengawasan, penahanan, dan indoktrinasi yang komprehensif di Xinjiang, menargetkan warga Uighur dan etnis minoritas lainnya melalui Biro Keamanan Umum Xinjiang.

"Amerika Serikat menyerukan kepada dunia untuk menentang tindakan PKC terhadap komunitas minoritasnya sendiri di Xinjiang, termasuk penahanan massal secara sewenang-wenang, kerja paksa, penganiayaan agama, dan kontrol kelahiran dan sterilisasi paksa," kata seorang pejabat Gedung Putih menggunakan akronim untuk Partai Komunis China seperti dikutip dari Reuters, Jumat (10/7/2020).

Sanksi AS itu diumumkan di tengah ketegangan yang sudah tinggi antara Washington dan Beijing atas penanganan China terhadap pandemi virus Corona dan cengkeramannya yang semakin ketat di Hong Kong.

Kedutaan China di Washington tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait hal ini.

PBB memperkirakan bahwa lebih dari satu juta Muslim telah ditahan di kamp-kamp di wilayah Xinjiang.

Namun, China membantah penganiayaan terhadap kelompok minoritas Uighur. China mengatakan kamp-kamp itu menyediakan pelatihan kejuruan dan diperlukan untuk memerangi ekstremisme.

China mengancam akan memberikan balasan setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani undang-undang menyerukan sanksi atas penindasan warga Uighur China pada bulan Juni lalu.(Baca: Trump Teken UU Sanksi China Terkait Pelanggaran HAM Muslim Uighur )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
Komandan CENTCOM Klaim...
Komandan CENTCOM Klaim Serangan AS di sekitar Hormuz Tidak Efektif, kecuali Perang Besar-besaran
Penembakan Massal Guncang...
Penembakan Massal Guncang Festival Makanan AS, 3 Orang Tewas, 4 Luka
Awalnya Merevisi, AS...
Awalnya Merevisi, AS Umumkan 18 Tentara Tewas dan 624 Lainnya Luka dalam Perang Melawan Iran
Ini Rudal Kheibar Shekan...
Ini Rudal Kheibar Shekan Iran yang Obrak-abrik Pangkalan AS: Misil Murah tapi Lebih Akurat
Anak 6 Tahun Meninggal...
Anak 6 Tahun Meninggal dalam Uji Coba Rekayasa Gen di China: Bayar Rp14 Miliar, Diinfus Triliunan Virus
Klaim China di Perairan...
Klaim China di Perairan Natuna, Pakar Minta Indonesia Pertahankan Kedaulatan
Iran Klaim Serang Aset...
Iran Klaim Serang Aset Militer AS di Bahrain, Yordania, dan Kuwait
Penembakan Horor di...
Penembakan Horor di Festival Kuliner Seattle, 3 Orang Tewas
Rekomendasi
BPDP dan RPN Dorong...
BPDP dan RPN Dorong UMKM Jadi Penggerak Hilirisasi Pangan Berbasis Sawit
Google Hentikan Dukungan...
Google Hentikan Dukungan YouTube untuk Smartphone Jadul
Rights Issue, cashUP...
Rights Issue, cashUP Siapkan Modal Baru untuk Perluasan Ekosistem Merchant
Berita Terkini
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
Houthi dan Milisi Irak...
Houthi dan Milisi Irak Kompak Serang Arab Saudi, Riyadh: Agresor Itu Didukung Iran
Dunia Harus Alihkan...
Dunia Harus Alihkan Perhatian ke Tepi Barat! Israel Terus Caplok Tanah Warga Palestina
10 Raja Terkaya di Dunia,...
10 Raja Terkaya di Dunia, Nomor 1 Punya Harta Tembus Rp700 Triliun
Suriah Mencari Kesepakatan...
Suriah Mencari Kesepakatan Keamanan dengan Israel, Apa Dipicu Ketakutan atau Trauma?
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved