Kepala Nuklir PBB: Hubungan dengan Iran Harus Kembali ke Jalur

Minggu, 04 Desember 2022 - 02:30 WIB
loading...
Kepala Nuklir PBB: Hubungan...
Kepala Nuklir PBB: Hubungan dengan Iran Harus Kembali ke Jalur.
A A A
ROMA - Iran tampaknya berselisih dengan badan pengawas nuklir PBB mengenai informasi yang harus diberikan mengenai program atomnya. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, Jumat (2/12/2022).

"Kami tampaknya tidak setuju dengan Iran atas kewajiban mereka kepada IAEA," kata Grossi dalam sebuah konferensi di Roma. Ia menambahkan bahwa dirinya prihatin dengan pengumuman baru-baru ini oleh Teheran, bahwa Iran meningkatkan kapasitas pengayaannya.

Baca: Iran Minta IAEA Tidak Menyerah pada Tekanan Israel

"Kita harus mengembalikan hubungan kita ke jalur yang benar," katanya. Grossi juga mengatakan, dia masih berharap Teheran akan memberikan penjelasan atas penemuan tak terduga beberapa tahun yang lalu dari jejak uranium di tiga situs yang tidak diumumkan.

Sebuah laporan IAEA baru-baru ini mengatakan Iran telah menyetujui kunjungan pengawas PBB pada November untuk mulai memberikan jawaban yang telah lama ditunggu. Namun, pertemuan itu belum terjadi.

Masalah partikel uranium yang tidak dapat dijelaskan telah menjadi hambatan dalam pembicaraan yang lebih luas untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran tahun 2015 dengan kekuatan dunia sejak Teheran sekarang mencari penutupan penyelidikan IAEA sebagai bagian dari negosiasi tersebut, kata kekuatan Barat.

Grossi mengatakan pembicaraan tampaknya terhenti. "Saat ini tampaknya tidak memiliki momentum yang dibutuhkan untuk hidup kembali," katanya.

Baca: IAEA: Iran Tingkatkan Pengayaan Uranium Bawah Tanah

Dia menambahkan bahwa dia prihatin dengan pengumuman Iran bulan lalu bahwa negara itu telah mulai memperkaya uranium hingga kemurnian 60 persen di pembangkit nuklir Fordow.

"Iran memberi tahu kami bahwa mereka melipattigakan, bukan menggandakan, melipatgandakan kapasitas mereka untuk memperkaya uranium pada 60 persen, yang sangat dekat dengan tingkat militer, yaitu 90 persen," katanya.

"Ini tidak dangkal. Ini adalah sesuatu yang memiliki konsekuensi. Ini memberi mereka inventarisasi bahan nuklir yang tidak dapat dikecualikan bahwa mungkin ada penggunaan lain. Kami harus pergi. Kami perlu memverifikasi," katanya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Jujur Saja, Kita Menyerah'
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Dominasi Pizza Hut Memudar...
Dominasi Pizza Hut Memudar hingga Dilego Pemilik Rp47,8 Triliun
Rekomendasi
Nyaris Telanjang, Ivana...
Nyaris Telanjang, Ivana Knoll Bikin Gempar Piala Dunia 2026
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Jamu West Brom, Manchester...
Jamu West Brom, Manchester City Ingin Kembali ke Jalur Kemenangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved